NuEnergy Ajukan Proposal Pengembangan Tanjung Enim Akhir Maret

NuEnergy sudah memiliki MoU dengan PT Pertagas terkait jual beli gas dari Blok Tanjung Enim.
Anggita Rezki Amelia
12 Maret 2018, 17:34
migas
Katadata

NuEnergy Gas Limited mengajukan proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) di blok nonkonvensional Tanjung Enim di Sumatera Selatan bulan ini. Ini sesuai dengan target baru perusahaan tersebut untuk memasukkan proposal pada kuartal I 2018.

Chief Operating Officer NuEnergy Unggul Setyatmoko mengatakan pihaknya masih memfinalisasi penyusunan dokumen PoD tersebut. "Rencana akhir bulan ini (diajukan)," kata dia kepada Katadata.co.id akhir pekan lalu.

Menurut Unggul saat ini sudah mengantongi calon pembeli gas dari hasil produksi blok tersebut. Bahkan sudah ada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pertagas. Namun sayang ia tidak mau merinci berapa volume gas yang akan diserap oleh Pertagas termasuk harga jualnya.

Sebenarnya pengajuan PoD ini mundur dari target awal. Sebelumnya perusahaan menargetkan bisa memasukkan proposal pada akhir tahun lalu. Namun, karena harus dikaji lebih detail, jadi tidak bisa tepat waktu diajukan.

Advertisement

Proposal yang akan diajukan NuEnergy ini merupakan PoD pertama. Artinya ini butuh persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jadi, butuh waktu untuk mengkaji lebih mendalam mengenai konsep pengembangan lapangan.

NuEnergy melalui anak usahanya, yakni Dart Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd bertindak sebagai operator dengan hak kelola 45% di Blok Tanjung Enim. Sisanya dipegang mitranya yang terdiri dari PT Pertamina Hulu Energi/PHE Metra Enim 27,5%, dan PT Bukit Asam Metana Enim 27,5%.

(Baca: NuEnergy Akan Kembalikan Blok Rengat ke Pemerintah)

Berdasarkan situs resminya, Blok Tanjung Enim terletak di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kontrak blok ini pertama kali disetujui pada 4 Agustus 2009 lalu selama 30 tahun. Adapun masa eksplorasi berlangsung selama enam tahun sampai dengan Agustus 2015, lalu mendapatkan perpanjangan empat tahun hingga Agustus 2019.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait