PetroChina Tertarik Jadi Mitra Pertamina di Dua Blok Migas

"Kalau diundang untuk kerja sama dengan Pertamina, pada prinsipnya PetroChina siap dan sangat terbuka untuk business to business," kata Maryke.
Anggita Rezki Amelia
5 Maret 2018, 19:39
PetroChina International Jabung
KATADATA
PetroChina

PetroChina masih menaruh minat mengelola Blok East Kalimantan dan Attaka di Kalimantan Timur. Perusahaan minyak dan gas bumi/migas asal Tiongkok tersebut bahkan membuka peluang menjadi mita PT Pertamina (Persero) di dua blok migas tersebut.

Vice President Human Resources & Relations Maryke P.Y. Pulunggono mengatakan hingga kini memang belum ada tawaran dari Pertamina bermitra di Blok East Kalimantan dan Attaka. Namun, itu peluang kerja sama tetap terbuka.

Nantinya, kerja sama itu akan dibahas dengan mekanisme bisnis yang wajar (business to business/ b to b). "Kalau diundang untuk kerja sama dengan Pertamina, pada prinsipnya PetroChina siap dan sangat terbuka untuk business to business," kata Maryke kepada Katadata.co.id, Senin (5/3).

PetroChina memang berminat mengelola dua blok itu. Bahkan ketika Pertamina menolak mengelola blok itu karena ada kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site and Restoration/ASR) dan Kementerian ESDM akan melelangnya PetroChina siap ikut.

Advertisement

Oktober 2017, Petrochina juga menyampaikan surat ke Kementerian ESDM mengenai minatnya terhadap dua blok itu. Saat ini perusahaannya mempersiapkan data teknik untuk bisa mengikuti lelang blok Attaka dan East Kalimantan.

Di sisi lain PetroChina, tidak mempermasalahkan kontrak yang akan digunakan dalam pengelolaan dua blok tersebut. Dua blok ini akan menggunakan kontrak gross split.

Sebagaimana diketahui, Kontrak Blok East Kalimantan akan berakhir Oktober tahun 2018. Saat ini blok tersebut masih dikelola perusahaan asal Amerika Serikat Chevron Indonesia.

(Baca: PetroChina Ajukan Minat Kelola Blok East Kalimantan Pakai Gross Split)

Sementara kontrak Blok Attaka berakhir 31 Desember 2017 lalu. Blok ini untuk sementara dikelola PT Pertamina (Persero) dan Chevron Indonesia selama 10 bulan atau hingga kontrak East Kalimantan berakhir.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait