Proyek Wasambo Molor Lagi Hingga 2019

Kendalanya adalah belum ada pembeli harga dan kesiapan infrastruktur.
Anggita Rezki Amelia
23 Februari 2018, 16:40
Rig
Katadata

Proyek gas Walanga, Sampi-sampi dan Bonge/Wasambo di Sulawesi Selatan mundur lagi. Padahal, awalnya, proyek ini ditargetkan bisa beroperasi tahun 2016.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan ada dua kendala proyek ini belum bisa berproduksi. Pertama, adalah pembeli gas.

Gas dari Wasambo nantinya akan dijual ke perusahaan daerah Sulawesi Selatan. Perusahaan daerah ini nantinya akan menjual lagi ke PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero). Namun, menurut Wisnu, higga kini Energi Equity Epic Sengkang (EEES) belum sepakat mengenai harga dengan perusahaan daerah tersebut.

SKK Migas menyerahkan kesepakatan harga kepada kedua belah pihak. Yang jelas, SKK Migas akan mendukung harga gas yang sesuai dengan keekonomian dan menguntungkan negara.

Advertisement

Kendala kedua proyek ini belum berproduksi adalah infrastruktur yang belum siap. Perusahaan daerah di Sulawesi Selatan itu belum menyelesaikan pembangunan fasilitas kilang mini gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).

Untuk itu, menurut Wisnu EEES menargetkan proyek Wasambo bisa beroperasi tahun 2019. “Onstream masih menunggu beberapa hal selesai. Tergantung kesepakatan harga tadi," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (23/2).

Proyek Wasambo merupakan salah satu dari 13 proyek migas yang ditargetkan bisa berproduksi tahun 2016 lalu. Namun molor lagi dan SKK Migas menargetkan lagi di semester II tahun 2017.

Proyek ini bisa memproduksi gas 40 hingga 70 juta kaki kubik per hari (mmscfd).  "Onstream pertama itu 40 mmscfd, merangkak naik sampai 70 mmscfd," kata Wisnu.

(Baca: Pengoperasian Tiga Proyek Migas Molor ke Tahun Depan)

Kepala Divisi Pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Bumi PLN Chairani Rachmatullah mengatakan pihaknya akan membeli gas dari Proyek Wasambo melalui perusahaan daerah itu setelah berpoduksi. "Jadi, nanti kalau sudah produksi," kata dia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait