Kementerian ESDM Siapkan Perpanjangan Sementara Dua Blok Migas

Ini diambil karena kontrak dua blok tersebut akan berakhir 28 November 2018. Sedangkan Pertamina belum menyerahkan syarat dan ketentuan di kontrak baru.
Anggita Rezki Amelia
8 Februari 2018, 16:14
Sumur Minyak
Chevron

Pemerintah menyiapkan perpanjangan kontrak sementara untuk Blok Ogan Komering dan Tuban. Ini untuk mengantisipasi jika PT Pertamina (Persero) terlambat membalas surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Apalagi, kontrak dua blok itu berakhir sekitar akhir 28 Februari 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan surat yang dilayangkan ke Pertamina itu berisi tentang permintaan kejelasan syarat dan kententuan kontrak di delapan blok penugasan, termasuk Ogan Komering dan Tuban. Jadi, Pertamina harus menjelaskan detail mengenai mitra kerja dan besaran bonus tanda tangan di kontrak dua blok tersebut.

Sambil menunggu surat balasan itu, pemerintah akan memperpanjang kontrak secara sementara. “Jadi akan perpanjang sementara sampai selesai. Pertamina butuh waktu menyusun term and condition,” kata Ego di Jakarta, Kamis (8/2).

Perpanjangan kontrak sementara ini masih menggunakan skema bagi hasil yang menggunakan cost recovery (pengembalian biaya operasional). Sedangkan jika kontrak baru diteken akan menggunakan skema gross split.

Advertisement

Dengan perpanjangan sementara ini, harapannya kontraktor eksisting tetap berinvestasi. Sehingga bisa menjaga produksi kedua blok itu agar tidak turun. "Mereka kan mempertahankan produksi," ujar Ego.

Kontrak Blok Ogan Komering pertama kali ditandatangani pada 29 Februari 1988. Blok ini berada di daratan (onshore) Sumatera Selatan. Di blok ini, Pertamina bermitra dengan Talisman dan membentuk perusahaan Badan Operasi Bersama (Joint Operating Body/JOB) Pertamina-Talisman Ogan Komering Ltd.

Kontrak Blok Tuban juga pertama kali diteken pada 29 Februari 1988, lokasinya berada di daratan (onshore) Jawa Timur. Di blok ini, Pertamina dan PetroChina membentuk badan operasi bersama bernama Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ).

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengultimatum Pertamina agar menjawab surat permintaan kejelasan itu dalam jangka waktu satu bulan sejak surat dikirim tanggal 6 Februari 2018. Sehingga bisa mempercepat masa transisi.

(Baca: Pertamina Hulu Energi Kelola Lagi Blok Ogan Komering dan Tuban)

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan segera menjawab surat tersebut secepatnya. "Segera setelah selesai ya," kata dia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait