Pertamina Hulu Energi Naikkan Target Produksi Tahun Ini

Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan target produksi minyak tahun ini sebesar 71.522 barel per hari (bph).
Anggita Rezki Amelia
7 Februari 2018, 21:55
Pekerja migas
Dok. ExxonMobil

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menaikkan target produksi minyak dan gas bumi (migas) tahun ini. Salah satu faktornya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan target produksi minyak tahun ini sebesar 71.522 barel per hari (bph). Padahal, target produksi tahun lalu hanya 64.000 bph. Adapun target produksi gas meningkat jadi 776 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari sebelumnya 652 mmscfd.

Menurut Gunung, target ini akan ditopang dengan harga minyak. "Dengan harga minyak sudah membaik, ada kepastian kami akan mengembalikan bisnis kembali normal dan lebih atraktif," kata dia di Jakarta, Rabu (7/2).

Tahun ini, PHE juga menganggarkan investasi sebesar US$ 537 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Ini meningkat dibandingkan anggaran investasi PHE tahun lalu yang mencapai US$ 507,7 juta.

Advertisement

Ada beberapa blok yang akan menjadi andalan produksi PHE tahun ini seperti Blok ONWJ, Blok WMO dan beberapa blok migas lainnya yang dikelola oleh PHE. Kemudian lima proyek yang akan beroperasi tahun 2019.

Selain itu ada Blok Siak yang merupakan blok terminasi tahun 2014 yang berhasil dikelola PHE. Menurut Gunung, awalnya produksi blok Siak hanya sekitar 1.700 bph, namun kini sudah meningkat menjadi 2.400 bph. "Kami akan dorong di atas itu," kata dia.

Terkait Blok ONWJ, Gunung mengatakan kinerja dengan menggunakan gross split sudah bagus. Bahkan PHE bisa meraup beberapa keuntungan dengan adanya kontrak gross split di ONWJ, seperti kenaikan laba, keringanan perpajakan, efisiensi biaya, dan perbaikan proses bisnis juga pengadaan.

(Baca: Harga Minyak Naik, Blok ONWJ Masih Untung Pakai Gross Split)

Untuk itu ia mengaku perusahaannya siap apabila induk usahanya, yakni PT Pertamina (Persero) menugaskan PHE untuk mengelola blok-blok penugasan seperti South East Sumatera, North Sumatera Offshore, Tuban, Ogan Komering, dengan memakai kontrak gross split. "Jadi kembali ke keputusan Pertamina Persero," kata Gunung.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait