Smelter Lolos Verifikasi, Freeport Ajukan Ekspor Besok

Freeport lolos verifikasi, karena kemajuan pembangunan smelter sesuai dengan yang direncanakan.
Anggita Rezki Amelia
6 Februari 2018, 19:58
Freeport
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Area pengolahan mineral PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua.

PT Freeport Indonesia telah memenuhi syarat mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi ekspor. Ini karena hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Surveyor Indonesia mengenai perkembangunan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dinyatakan telah memenuhi kriteria.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan perkembangan pembangunan smelter sejak ekspor diberikan tahun lalu hingga kini sudah mencapai 2,45%. “Mereka lulus karena targetnya memang segitu satu tahun. Jadi sesuai rencana,” kata dia di Jakarta, Selasa (6/2).

Bambang tidak memungkiri perkembangan proyek smelter itu memang jauh lebih kecil dibandingkan yang diklaim Freeport. Ini karena perusahaan asal Amerika Serikat itu juga memasukkan uang jaminan kesungguhan membangun sebesar US$ 115 juta. Sedangkan angka 2,45% itu pembangunan fisik smelter.

Dengan diperolehnya hasil verifikasi pembangunan smelter tersebut, Freeport segera mengajukan izin ekspor konsentrat. Apalagi izin tersebut akan berakhir bulan ini. "Besok katanya mengajukan, ini baru selesai verifikasi, besok dimasukkan," kata Bambang.

Freeport mendapatkan izin volume ekspor sebesar 1.113.105 Wet Metric Ton (WMT) konsentrat tembaga. Ini berdasarkan Surat Persetujuan Nomor 352/30/DJB/2017, tanggal 17 Februari 2017. Pemberian izin berlaku sejak tanggal 17 Februari 2017 sampai dengan 16 Februari 2018.

Izin Ekspor Amman Mineral Nusa Tenggara

Sementara itu PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) juga belum mengajukan permohonan rekomendasi ekspor kepada pemerintah. Amman mendapatkan rekomendasi ekspor dari pemerintah tahun lalu bersamaan dengan Freeport.

Amman memperoleh jatah volume ekspor sebesar 675.000 WMT konsentrat tembaga berdasarkan Surat Persetujuan Nomor 353/30/DJB/2017, tanggal 17 Februari 2017. Izin ini berlaku sejak 17 Februari 2017 hingga 16 Februari 2018. 

(Baca: Berlaku Setahun, Freeport dan Amman Kantongi Izin Ekspor)

Bambang menilai sebenarnya kemajuan pembangunan smelter yang dibangun Amman di Sumbawa sudah bagus. “Surat pengajuan ekspor belum masuk," kata dia.

 

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait