SKK Migas: ConocoPhillips Upayakan Cari Cadangan Baru South Jambi B

Selama kontrak belum berakhir, ConocoPhillips tetap harus mencari cadangan.
Anggita Rezki Amelia
14 Desember 2017, 13:53
Stand pameran ConocoPhillips
Arief Kamaludin|KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta ConocoPhillips mencari cadangan baru di blok South Jambi B. Ini karena blok tersebut sudah tidak beroperasi lagi karena cadangan sudah habis. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan produksi Blok South Jambi B sudah berakhir pada 9 Desember 2012. “Sudah tidak ekonomis untuk diproduksikan," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (14/12). 

Meski sudah tidak lagi berproduksi, kontrak blok tersebut tidak diterminasi oleh pemerintah. Alasannya kontrak masih berlaku hingga 2020.

Namun, selama kontrak belum berakhir, ConocoPhillips tetap harus mencari cadangan. "Ketika masih ada waktu dalam kontrak, akan tetap diupayakan mencari cadangan yang baru yang ekonomis," kata Wisnu.

Vice President Relations & Security ConocoPhillips Indonesia Joang Laksanto juga mengatakan hal yang sama. Bahkan produksi itu sudah dihentikan sejak tahun 2011 lalu. “Karena produksinya sudah depletion," kata dia. 

Seperti diketahui, dalam lembar fakta ConocoPhillips periode Maret 2017 yang dimuat dalam situs resminya, menyebutkan produksi Blok South Jambi B telah berhenti. Pembangunan lapangan juga telah ditangguhkan dan saat ini perusahaan tersebut masih membahas terkait kelanjutan nasib blok tersebut pasca kontraknya berakhir.

Di blok tersebut, ConocoPhillips bertindak sebagai operator. Mereka memiliki hak kelola sebesar  45%, kemudian  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebesar 25%, dan Petrocina sebesar 30%.

(Baca: Blok South Jambi B Stop Operasi, Pasokan Gas ke Singapura tak Terganggu)

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kontrak PSC Blok South Jambi B pertama kali ditandatangani pada 1990. Wilayah kerjanya seluas 594 mil persegi di darat (onshore), Jambi. Produksi gas lapangan pertama dimulai pada 2004. Gas dari blok tersebut disuplai ke Pte.Ltd melalui jalur pipa TGI Singapura. 

Video Pilihan

Artikel Terkait