Lelang Pengolahan Minyak Basrah Tunggu Kepastian Produksi dari Irak

Kepastian produksi ini terkait adanya kesepakatan pemangkasan negara OPEC.
Anggita Rezki Amelia
12 Desember 2017, 14:23
minyak
Katadata

PT Pertamina (Persero) hingga kini belum bisa melelang pengolahan minyak dari Lapangan Basrah di Irak periode tahun 2018. Penyebabnya adalah belum adanya kepastian dari pemerintah Iran mengenai berapa volume produksi yang bisa menjadi milik Pertamina.

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Toto Nugroho mengatakan saat ini Irak harus melakukan pemangkasan produksi minyak dan gas bumi (migas), seiring kesepakatan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Namun, belum ada kepastian mengenai jumlah pengurangan produksi itu.

Alhasil, Pertamina juga tidak mengetahui berapa minyak yang bisa menjadi miliknya untuk dilelang pengolahannya. “Kami tunggu kepastian minyak Basrah. Cutting-nya seberapa jauh, ini belum pasti,"kata Toto di Pertamina Energy Forum 2017 di Jakarta, Selasa (13/12).

Toto pun berharap tahun depan sudah ada kepastian pasokan minyak Basrah dari Irak. Sehingga pertengahan 2018, lelang pengolahan minyak Basrah sudah bisa dibuka Pertamina. 

Saat ini, Pertamina masih memiliki kontrak pengolahan minyak Basrah dengan United Petroleum & Chemicals Co. Ltd (Unipec). Kontrak tersebut sudah dimulai sejak Juli dan berakhir bulan ini.  Dalam kontrak ini, Unipec mengolah minyak Basrah yang dimiliki Pertamina pada Kilang milik Unipec di Tiongkok. Total volume minyak yang dipasok sebanyak enam juta barel yang dikirim sebanyak satu juta barel per bulannya.

Pemilihan Unipec tersebut berdasarkan seleksi yang dilakukan Pertamina sejak kuartal dua tahun ini. Salah satu pertimbangannya Unipec memiliki banyak kilang di Tiongkok dengan kapasitas mencapai 4-5 juta barel per hari. 

Pertamina menggandeng mitra untuk mengolah minyak dengan perusahaan lain lantaran kilang yang dimiliki Pertamina saat ini belum bisa mengolah minyak Basrah, yakni minyak jenis sour atau ringan asal Irak. Adapun minyak Basrah tersebut berasal  dari Lapangan West Qurna 1, Basrah, di Irak. 

(Baca: Pertamina Pilih Perusahaan Tiongkok untuk Mengolah Minyak Irak)

Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eskplorasi dan Produksi (PIEP), memiliki hak kelola 10% di lapangan migas Basrah itu. Sementara operatornya adalah ExxonMobil. Cadangan minyak di lapangan tersebut setara lima kali cadangan terambil di Indonesia atau sebesar 16 miliar barel minyak.

Video Pilihan

Artikel Terkait