Perombakan IPA: Ronald Gunawan Jadi Presiden

Salah satu fokus Ronald adalah mengimplementasikan kontrak minyak dan gas bumi gross split dan berkerja sama dengan pemerintah untuk menarik investor.
Anggita Rezki Amelia
6 Desember 2017, 16:15
Direktur IPA, Ronald Gunawan.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ronald Gunawan.

Indonesian Petroleum Association (IPA) melakukan perombakan Dewan Direksi untuk kepengurusan tahun 2018. Dalam perombakan kali ini, Ronald Gunawan yang merupakan Direktur sekaligus Chief Operating Officer (COO) Medco Energi terpilih menjadi Presiden IPA menggantikan Christina Verchere yang juga menjabat BP Regional President Asia Pacific.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong mengatakan terpilihnya Ronald melalui proses pemungutan suara anggota. “Itu hasil pemilihan  baik member maupun para board," kata dia di Jakarta, Rabu (6/12).

Sebelumnya, Ronald menjabat sebagai Sekretaris di IPA. Kini posisinya diisi oleh Tumbur Parlindungan yang merupakan Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia. Sedangkan posisi Tumbur yang sebelumnya adalah bendahara dijabat Christina Verchere.

Dalam perombakan ini, IPA juga memasukkan direksi baru yakni Kevin dari Husky dan Zaini dari Petroliam Nasional Berhad (Petronas). Di sisi lain juga menurut Marjolijn, ada dua anggota IPA yang sudah keluar dari jajaran direksi.

Namun, Marjolijn tak menyebut nama dan perusahaannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id, dua direktur IPA yang keluar adalah Sammy Hamzah dari Ephindo Energy dan Gong Bencai dari Petrochina.

Sementara itu, Ronald mengatakan kepemimpinannya ini akan melanjutkan pekerjaan dari Presiden IPA sebelumnya. “Untuk 2018, kami akan melanjutkan dari hasil kerja ibu Christina," kata dia.

Setidaknya ada beberapa hal yang akan dikerjakan IPA dibawah pimpinan Roland. Di antaranya adalah fokus mengimplementasikan kontrak minyak dan gas bumi gross split. Dalam hal ini IPA akan berkerja sama dengan pemerintah untuk bisa menarik investor masuk ke Indonesia.

Fokus lainnya adalah mengenai penyederhanaan perizinan di sektor migas.  Selain itu, IPA siap memberikan masukan-masukan kepada pemerintah terhadap implementasi metode pengurasan sumur minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR). Tujuannya agar metode itu semakin masif diterapkan di lapangan-lapangan yang sudah tua.

IPA juga akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait mekanisme implementasi hak kelola (Participating Interest/PI) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 10%.  Selain itu isu yang menjadi fokus adalah harga gas di hulu dengan Kementerian ESDM.  "Ini menjadi fokus kami," kata dia.

(Baca: “Bola Panas” Harga Gas untuk Industri Beralih ke Menteri Darmin)

Dengan demikian berikut ini susunan Dewan Direksi IPA 2018:

Dewan Pengawas: 

Evita Herawati Legowo

Dewan Direktur:

1. Ronald Gunawan  (Medco Energy) sebagai Presiden IPA

2. Dan L. Wiecynzki (ExxonMobil)  sebagai Vice President 

3. Bijan Agarwal  (ConocoPhilips) sebagai Vice Presiden

4. Tumbur Parlindungan (Saka Energi) seabgai Sekretaris 

5. Christina Verchere (BP Indonesia) sebagai Treasure

6. I. Tenny Wibowo (Santos) sebagai Direktur

7. Nico Muhyiddin (Inpex) sebagai Direktur

8. Fabrizio Trilli (Eni Indonesia) sebagai Direktur

9. Arividya Noviyanto (Total E&P Indonesie) sebagai Direktur

10. Gunung Sardjono Hadi (PHE) sebagai direktur 

11. Charles A.Taylor (Chevron Indonesia) sebagai Direktur

12. Kevin S. Moore (Husky) sebagai Direktur

13. Moh. Zaini MD Noor (Petronas) sebagai Direktur

 Jajaran direksi pengawas dan direksi tersebut efektif bekerja mulai 6 Desember 2017. Mereka didukung  12 Komite yang berisi perwakilan dari perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia. 

Video Pilihan

Artikel Terkait