Pertamina Evaluasi Kelanjutan di Blok South Jambi B

"Saat ini belum bisa menyatakan tertarik atau tidak, karena sedang dalam proses evaluasi," kata Gunung.
Anggita Rezki Amelia
1 Desember 2017, 15:00
No image
Kantor pusat PT Pertamina, Jakarta.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tengah mengevaluasi kelanjutan di blok South Jambi B di bagian selatan Jambi. Blok ini akan berakhir kontraknya pada 2020 mendatang.

Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan perusahaan akan memutuskan hasil evaluasi dalam waktu dekat ini. "Saat ini belum bisa menyatakan tertarik atau tidak, karena sedang dalam proses evaluasi," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (30/11).

PHE sekarang memiliki hak kelola sebesar 25% di blok South Jambi B. Sementara operator blok tersebut adalah ConocoPhilips dengan hak kelola 45%. Sisanya dimiliki  Petrochina.

Awalnya  blok ini diberikan pemerintah kepada Asamera South Jambi Ltd., pada Januari 1990. Asamera adalah anak perusahaan Gulf Resources. Kemudian, diakuisisi oleh ConnocoPhillips yang menjadikannya sebagai operator blok.

Advertisement

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kontrak PSC Blok South Jambi B ditandatangani pada 29 Januari 1990 dan berakhir pada 25 Januari 2020. Wilayah kerjanya berada di darat dengan luas 594 mil persegi. Produksi gas lapangan pertama dimulai pada 2004. 

Adapun gas dari blok tersebut untuk memasok kontrak gas dengan Pte.Ltd melalui jalur pipa TGI Singapura. Selama kontrak 20 tahun blok tersebut  memasok 431 miliar kaki kubik (BCF) dari total 2,27  Triliun Kaki Kubik (TCF).

Nasib blok South Jambi B sebenarnya pernah dibahas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu CEO ConocoPhillips Ryan Lance, Juli lalu. Di sana Jonan meminta ConocoPhillips segera mengajukan proposal pengelolaan blok tersebut  setelah kontrak berakhir.

Opsinya adalah bermitra dengan Pertamina atau perusahaan lainnya."Sementara itu ConocoPhillips akan segera menyampaikan kepada Menteri ESDM setelah melakukan pembahasan internal termasuk membahas masalah keekonomian," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama saat itu, Sujatmiko berdasarkan keterangan resminya, Selasa (25/7)

Sementara itu, ConocoPhilips juga belum bisa memutuskan nasib Blok tersebut setelah kontrak berakhir di 2020. "Kami masih mengevaluasi dengan mitra PSC South Jambi B dan akan menanggapi pemerintah sesuai dengan itu," kata Vice President Relations & Security ConocoPhillips Indonesia, Joang Laksanto kepada Katadata.co.id, Jumat (25/7).

(Baca: ConocoPhilips Bahas Kelanjutan Blok South Jambi B dengan Mitra)

Dihubungi terpisah, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan hingga kini belum ada proposal pengajuan minat memperpanjang blok South Jambi B dari kontraktor eksisting. "Kalau ke Kementerian ESDM tidak tahu, karena saya belum terima surat disposisinya," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait