Saka Tidak Keberatan Bermitra dengan Pertamina di Sanga-sanga

"Kami juga tidak ada masalah kerja sama dengan Pertamina, " kata Dilo.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
13 November 2017, 18:41
PGN Saka
Arief Kamaludin | Katadata

PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN masih berharap anak usahanya PT Saka Energi Indonesia bisa menjadi operator Blok Sanga-sanga di Kalimantan Timur. Bahkan Saka Energi siap bermitra dengan PT Pertamina (Persero) yang sudah ditugaskan pemerintah mengelola blok tersebut.

Direktur Infrastruktur Gas PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan Saka sudah mengajukan proposal resmi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi operator Blok Sanga-sanga. "Kami juga tidak ada masalah kerja sama dengan Pertamina, " kata dia di Bogor, Pekan lalu.

Dilo berharap pemerintah mau mempertimbangkan Saka menjadi operator Blok Sanga-sanga setelah kontrak berakhir di 2018. Apalagi perusahaan itu sudah memiliki hak kelola di blok tersebut sejak 2015 lalu dan sudah berkomitmen berinvestasi mengebor sumur di blok yang sudah tergolong tua itu.

Menurut Dilo, Saka ingin menjadi operator Blok Sanga-sanga agar bisa menyelamatkan sumur-sumur yang sudah ada di blok tersebut, sehingga produksi bisa terjaga. “VICO mau pergi. Kalau dia pergi, infrastruktur sumur itu dalam waktu dua tahun tidak dioperasikan sudah jadi besi tua. Kami terpanggil untuk tetap mempertahankan produksi, jangan sampai eksplorasi migas ini terus turun," kata dia.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan dengan adanya Saka, pemerintah memiliki alternatif untuk dapat menentukan Operator yang layak di blok tersebut. "Jadi pemerintah punya alternatif lah, kalo Pertamina gak tertarik, ada perusahaan BUMN dalam negeri yang bisa mengelola itu," kata dia.

Sampai saat ini pemerintah memang belum memutuskan operator Blok Sanga-Sanga setelah kontraknya berakhir. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi proposal Pertamina dan Saka.

Blok Sanga-sanga akan berakhir kontraknya pada 2018 nanti. Saat ini blok tersebut dioperatori VICO Indonesia. Adapun pemegang hak kelola VICO adalah Virginia Indonesia Co memiliki hak pengelolaan 7,5%, Adapun, ENI mengempit 26,25%, CPC 20%, Universe Gas & Oil 4,37% dan Saka 26,25%.

(Baca: Pertamina Belum Pasti Jadi Operator Blok Sanga-Sanga)

Sepanjang semester I-2017, VICO berhasil memproduksi minyak bumi sebesar 14.400 barel per hari (bph) dari target 10.400 bph .Sedangkan produksi gas mencapai 153 mmscfd. Adapun target produksi gas dipatok 130 mmscfd.

 

Video Pilihan

Artikel Terkait