Mundur Lagi, Proyek Pipa Duri-Dumai Akan Groundbreaking November

"Awal November PGN memulai pengerjaan proyek pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai sepanjang 67 kilometer (km),” kata Danny.
Arnold Sirait
24 Oktober 2017, 16:35
PGN
PGN
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) segera merealisasikan proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Provinsi Riau sepanjang 67 kilometer.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN akan meletakkan batu pertama (groundbreaking) sebagai dimulainya proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Riau. Target ini meleset dari perkiraan awal yakni Oktober 2017.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan pembangunan proyek itu akan memakan waktu 12 bulan, sehingga gas bisa mengalir ke pelanggan di Dumai 1 Oktober 2018. "Awal November PGN memulai pengerjaan proyek pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai sepanjang 67 kilometer (km),” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Selasa (24/10).

Pembangunan pipa ini segera terlaksana karena proses pembebasan lahan sudah hampir selesai. Menurut Danny, PGN nantinya akan bersinergi dengan PT Hutama Karya dalam masalah lahan ini. Jadi, pembangunan ruas pipa Duri-Dumai ini akan menggunakan lahan jalur tol Pekanbaru-Dumai.  

Selain lahan, perizinan lainnya juga sudah tidak ada masalah. Perusahaan pelat merah ini bahkan sudah memegang izin prinsip dari pemerintah wilayah, izin lingkungan dan perizinan lainnya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek.  

Dalam melaksanakan proyek ini PGN tidak sendiri. Perusahaan ini bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas. Kerja sama ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4975 K/12/MEM/2016. Pada Juni lalu, kedua BUMN ini telah menandatangani kesepakatan awal (Head of Agreement/HoA).

Rencananya PGN dan Pertamina akan membangun pipa transmisi sepanjang 67 kilometer. Investasi yang bakal dikucurkan mencapai US$ 76 juta atau setara Rp 1,02 triliun (kurs Rp 13.500).

Dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Sesuai porsi kepemilikan, PGN akan mendapat porsi 40% pada proyek tersebut, sementara Pertamina mendapat 60%. (Baca: Target Pembangunan Proyek Pipa Duri-Dumai Meleset)

Gas yang akan mengalir melalui pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips di Sumatera Selatan. Selain itu, akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh Energi Mega Persada (EMP).

Total pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Gas tersebut akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, industri petrokimia, dan kebutuhan operasional kilang Dumai Pertamina. "Pada prinsipnya di sisi PGN sudah siap, tinggal menunggu kesiapan dari mitra," ujar Danny.

September lalu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Alimuddin Baso mengatakan sudah membahas proyek tersebut. Pembahasan itu dipimpin Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan dihadiri Direktur Gas Pertamina Yenny Andayani, Direktur Infrastruktur Gas PGN Dilo Seno Widagdo serta Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial.

Dalam pertemuan itu Pertamina dan PGN sudah sepakat untuk kerja sama operasi. “Mudah-mudahan di Oktober ini bisa groundbreaking," kata Alimuddin kepada Katadata, Senin (25/9).

Video Pilihan

Artikel Terkait