Sembilan Bulan Terakhir, Produksi Migas Pertamina Naik 7%

Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.
Anggita Rezki Amelia
20 Oktober 2017, 16:03
Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina (Persero) mencatatkan kenaikkan rata-rata produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 7% sejak awal Januari hingga akhir September 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan Blok ONWJ berkontribusi besar untuk produksi perusahaan sejak anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengelola penuh blok tersebut mulai awal tahun ini."PHE sudah memiliki participating interest ONWJ menjadi 100 %," kata Meidawati kepada Katadata, Jumat (20/10). 

Alhasil, selama sembilan bulan pertama tahun ini, produksi migas Pertamina mencapai 693 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). Rinciannya, produksi minyak mencapai 343 ribu barel per hari (bph), dan gas sebesar 2.030 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya 646 ribu bsmph. Dari jumlah tersebut, produksi minyak mencapai 309 ribu bph, dan gas sebesar 1.953 mmscfd.

Selain pengaruh Blok ONWJ, produksi Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu juga menyumbang peningkatan tersebut. Faktor lainnya adalah blok-blok migas yang dikelola Pertamina di luar negeri. Blok-blok tersebut berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), diantaranya Blok migas di Aljazair dan Irak.  

(Baca: Produksi Migas Pertamina di Luar Negeri Meningkat)

Pertamina memiliki tiga lapangan migas di Aljazair. Di tiga lapangan tersebut, PIEP menjadi operator dengan hak kelola 65% di Lapangan MLN, lalu 16,9% di lapangan EMK, dan 3,73% di lapangan OHD.

Sementara di Irak Pertamina mengelola 1 lapangan, yakni TSC West Qurna. Di blok itu perusahaan pelat merah ini hanya memiliki hak kelola 10%. 

Kenaikan produksi selama Januari sampai September ini, menurut Meidawati juga ditopang dari aset Maurel & Prom yang berhasil diakuisisi Pertamina akhir 2016 lalu.  Perusahaan migas di Perancis ini memiliki Blok Migas di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar, Italia, dan Negara lainya. Aset utama yang telah berproduksi di Gabon, Nigeria dan Tanzania. 

Untuk meningkatkan produksi Migas 2017, Pertamina telah menganggarkan US$ 3,44 miliar guna mendanai berbagai kegiatan produksi tahun ini. Pertamina akan melakukan pengeboran di 28 sumur eksplorasi dan 129 sumur pengembangan, melaksanakan kerja ulang 31 sumur, serta menjalankan 5.000 pekerjaan perawatan sumur. Beberapa pekerjaan sedang berlangsung, seperti pengeboran development, reaktivasi sumur, dan lainnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait