Dua Lapangan Besar Minyak Pasok Kilang Sei Pakning di Riau

"Karena karaktetistik minyak mentahnya harus dicari yang sesuai agar bisa diolah kilang ini," ujar Nirwansyah.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
17 Oktober 2017, 16:56
Kilang Minyak
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak

Kilang minyak Sei Pakning di Provinsi Riau, yang dikelola PT Pertamina (Persero) mendapat pasokan dari dua lapangan besar. Dua lapangan itu menyuplai minyak hampir 90% dari kebutuhan kilang.

Manager Production Pertamina Refinery Unit II Sungai Pakning Nirwansyah mengatakan pasokan terbesar untuk Kilang Sei Pakning berasal dari minyak Sumatra Light Crude (SLC), Lapangan Minas dengan porsi 50%. Kemudian 40% dari Lapangan Banyu Urip dan sisanya dari ladang minyak Lirik yang berada di sekitar Provinsi Riau.

Menurut Nirwansyah pemilihan minyak untuk pasokan kilang ini tidak sembarangan. "Karena karaktetistik minyak mentahnya harus dicari yang sesuai agar bisa diolah kilang ini. Semua crude yang masuk ke sini harus melalui hasil kajian dulu baru bisa kami pakai," ujar dia saat acara diskusi bersama media di kawasan Kilang Sungai Pakning, Provinsi Riau, Selasa (17/10).

Saat ini kapasitas terpakai kilang tersebut mencapai 30 ribu barel per hari (bph). Adapun kapasitas yang bisa diolah bisa mencapai 50 ribu bph.

Kilang ini juga memiliki kontribusi sebesar 4,8% dari total kapasitas kilang milik Pertamina yang sebesar 1.048 bph. Kilang Sei Pakning ini juga baru bisa memisahkan minyak mentah terhadap fraksi-fraksinya berdasarkan perbedaan titik didih dengan melalui proses distilasi atmosferik pada temperatur 330 derajat. "Untuk pengolahan selanjutnya kami bawa ke Kilang Dumai," ujar Nirwansyah

Kilang Sungai Pakning ini hanya bisa menghasilkan sebanyak 4 produk dasar. Pertama, Naphta sebesar 7 persen dari total ptoduksi yang dihasilkan. Kedua, Kerosene sebesar 11 persen dari total produksi. Ketiga, ADO atau bahan bakar diesel sebesar 21 persen dari total produksi. Keempat, Residu sebesar 60 persen dari total produksi.

Hingga kini kilang itu mampu menyerap 132 tenaga kerja . Sedangkan lahan yang dibutuhkan untuk membangun kilang mencapai 280 hektare.

Video Pilihan

Artikel Terkait