Pertamina Batal Ekspor Solar

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan saat ini stok Solar, baik yang subsidi dan tidak hanya tersedia untuk 22 hari.
Anggita Rezki Amelia
11 Oktober 2017, 16:30
solar
Arief Kamaludin | Katadata

PT Pertamina (Persero) batal mengekspor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Penyebabnya adalah meningkatnya konsumsi sektor industri di dalam negeri, yang mengakibatkan persediaan BBM berkadar oktan 48 ini berkurang.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan saat ini stok Solar, baik yang subsidi dan tidak hanya tersedia untuk 22 hari. Padahal beberapa bulan sebelumnya, rata-rata stoknya bisa mencapai 26 hari atau 1,87 juta kilo liter (KL).

Jika dikonversi, persediaan 22 hari ini setara 1,32 juta kilo liter (KL). Artinya, per hari stok Solar hanya tersedia 60 ribu KL. Rinciannya Solar subsidi sebesar 40 ribu KL, dan nonsubsidi sebesar 20 ribu KL.

Stok Solar ini menurun karena industri dalam negeri mulai tumbuh, setelah sebelumnya sempat lesu. “Bulan kemarin yang kami prediksi surplus ternyata tidak terjadi. Sekarang stok Solar sedang turun," kata Iskandar di Jakarta, Selasa (11/10).

Advertisement

September lalu, Pertamina memang mengantongi izin ekspor Solar dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Izin tersebut untuk mengantisipasi kelebihan pasokan Solar Pertamina, sehingga bisa dijual di luar negeri.

Ekspor ini diperlukan agar tidak mengganggu operasional kilang. Apalagi kapasitas kilang minyak Pertamina terbatas. Adapun tempat penyimpanan Pertamina hanya sanggup menampung Solar hingga 2,1 juta KL atau 30 hari.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menetapkan harga Solar BBM subsidi tidak berubah hingga Desember 2017.Jadi harga Solar subsidi sebesar Rp 5.150 per liter.

Keputusan tidak menaikkan harga BBM ini karena Pemerintah terus berupaya melindungi dan memberikan keamanan yang berkesinambungan untuk masyarakat terbawah. "Kami ini kan harus melindungi masyarakat terbawah, plus sama security-nya berkesinambungan,” kata Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial akhir September lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait