Saka Harus Negosiasi dengan Pertamina Soal Sanga-sanga

“Pemerintah kan sudah menugaskan. Jadi silakan Pertamina bekerja sama dengan yang lain melalui business to business (b to b) secara wajar," kata Tunggal
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
10 Oktober 2017, 19:48
Saka Energi
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kemungkinan PT Saka Energi Indonesia mendapatkan hak kelola Blok Sanga-sanga setelah kontrak berakhir. Namun, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN ini harus bernegosiasi langsung dengan PT Pertamina (Persero).

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tunggal mengatakan pemerintah sudah menugaskan Blok Sanga-sanga kepada Pertamina. Jadi, jika Saka masih berminat harus berbicara dengan perusahaan pelat merah itu.

Jadi, keputusan nasib Saka berada di tangan Pertamina. “Pemerintah kan sudah menugaskan. Jadi silakan Pertamina bekerja sama dengan yang lain melalui business to business (b to b) secara wajar," kata Tunggal di gedung DPR Jakarta, Selasa (10/10).

Pemerintah nantinya menunggu hasil negosiasi kedua perusahaan itu. Jadi, setelah menemukan titik temu, Saka cukup memberitahukan kepada pemerintah atas transaksi itu secara bisnis yang wajar (b to b).

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim  sebelumnya pernah menyatakan ketertarikan Saka melanjutkan kontrak Blok Sanga-sanga. Apalagi saat ini perusahaan itu sudah mengelola blok tersebut sejak mengakuisisi hak kelola BP tahun lalu.

Menurut Jobi, Saka tertarik untuk mengelola blok tersebut karena masih dianggap ekonomis setelah kontrak berakhir. "Kami juga sudah investasi di sana," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/9).

Untuk mendapatkan hak kelola Blok Sanga-sanga setelah kontrak berakhir, Saka pun sudah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun hingga kini belum ada keputusan dari pemerintah, termasuk besaran hak kelola.

Jobi memang mendorong Saka Energi untuk mengambil peluang berinvestasi di blok migas yang sudah beroperasi di Indonesia. Tujuannya agar pemerintah mempunyai alternatif dalam pengelolaan blok migas.

Dengan begitu, nantinya pemerintah tidak hanya bergantung kepada Pertamina dalam sektor hulu migas. "Kalau misalnya Pertamina menganggap satu blok tidak masuk skala perusahaannya, Saka coba masuk," kata Jobi.

Video Pilihan

Artikel Terkait