Chevron Mulai Lelang Pengerjaan Kajian Awal Proyek IDD Gendalo

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan proses lelang ditargetkan rampung akhir bulan ini, atau awal November.
Anggita Rezki Amelia
6 Oktober 2017, 20:13
Chevron
Arief Kamaludin|KATADATA

Chevron Indonesia tengah melelang pekerjaan kajian desain awal (Pre Front End-Engineering Design/Pre-FEED) proyek ultra laut dalam (Indonesian Deepwater Development/IDD) di Lapangan Gendalo. Lelang ini untuk mencari perusahaan yang kompeten dan sesuai dalam mengkaji proyek tersebut.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan proses lelang ditargetkan rampung  akhir bulan ini, atau awal November nanti. "Status IDD sekarang masih proses lelang untuk Pre-FEED," kata dia kepada Katadata, Jumat (6/10).

Setelah lelang selesai, maka akan dilanjutkan dengan kegiatan Pre-FEED. Adapun proses desain kajian awal proyek IDD di Lapangan Gendalo ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan. Nantinya, Chevron akan mengkaji beberapa opsi pengembangan, sesuai proposal yang sudah diajukan.

Sedangkan anggaran untuk proyek pengembangan itu (Autrority for Expenditure/AFE) sudah disetujui awal September lalu. Anggaran yang disetujui sebesar US$ 3,3 juta atau sekitar Rp 44 miliar. Jumlah ini lebih rendah dari nilai yang diajukan Chevron, yakni sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 200 miliar.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman pernah mengatakan dalam proposal AFE, Chevron juga menyampaikan studi pemanfaatan bersama unit fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) di Proyek Jangkrik dengan Eni. Tujuannya agar keekonomian proyek IDD semakin baik. 

Namun, rencana pemanfaatan bersama fasilitas produksi ini terkendala kapasitas yang terbatas. FPU Jangkrik dirancang untuk pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau setara dengan 83.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalen per day/BOEPD). Sedangkan Lapangan Gendalo bisa memproduksi gas 700 MMSCFD.

SKK Migas pun  sudah menyiapkan beberapa opsi sebagai solusi pengembangan proyek IDD Lapangan Gendalo. Pertama, Chevron bisa membangun anjungan sendiri di laut dangkal. Namun tetap bisa memanfaatkan daya listrik dari FPU Jangkrik untuk operasional anjungan tersebut, sebab lokasinya berdekatan. Jika memakai opsi ini, proyek IDD Lapangan Gendalo baru berproduksi tahun 2025. 

Opsi kedua, memakai FPU Jangkrik setelah produksi Blok Muara Bakau menurun. Dengan skenario ini, Chevron baru bisa menggunakan FPU Jangkrik sekitar tahun 2027.

Video Pilihan

Artikel Terkait