Jokowi Minta PLN Tekan Harga Batu Bara untuk Pembangkit

“Saya titip kepada PLN, ini masalah efisiensi agar semua biaya yang ada dicek betul secara detail baik yang berkaitan dengan harga batu bara,” kata Jokowi.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
6 Oktober 2017, 12:15
PLTU Suralaya
Arief Kamaludin|KATADATA
Saat ini Pembangkit Listrik Suralaya masih yang terbesar di Indonesia dan mensuplai kebutuhan listrik nasional hingga 20 persen.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN mengefisiensikan biaya batu bara untuk pembangkit tenaga uap (PLTU). Dengan begitu harapannya harga listrik tidak membebani masyarakat. 

Permintaan Jokowi ini disampaikan saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) dan peresmian sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan di Serang, Banten. “Saya titip kepada PLN, ini masalah efisiensi agar semua biaya yang ada dicek betul secara detail baik yang berkaitan dengan harga batu bara,” kata dia dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (6/10).

Menurut Jokowi, salah satu yang harus diperhatikan PLN adalah biaya transportasi pengiriman batu bara, seperti dari Sumatera atau Kalimantan ke Jawa. Jika biaya tinggi bisa menyebabkan tidak efisien. Ujungnya masyarakat yang akan menanggung beban itu dari harga listrik.

Pada acara itu, Presiden Jokowi melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP Jawa 7, 9 dan 10. Selain itu juga meresmikan PLTU IPP Banten, serta peninjauan terminal batu bara (Coal Terminal) berkapasitas 20 juta ton.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini penting karena selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, bisa untuk menunjang pariwisata. Alhasil bisa menciptakan lapangan kerja. "Proyek pembangkit listrik juga dapat menyerap tenaga kerja 10 ribu orang," ujar Jokowi.

Harapannya pada 2019, seluruh wilayah di Indonesia dari Sabang hingga Merauke bisa menikmat listrik. Target tersebut optimistis bisa tercapai. Apalagi kerja PLN sudah mulai terasa di beberapa wilayah. Hal itu ditandai dengan berkurangnya protes yang datang kepadanya saat berkunjung ke banyak daerah di Indonesia.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLNSofyan Basir mengatakan PLTU Jawa 7 ini dibangun pengembang konsorsium PT Shenhua Energy Company Limited dan anak perusahaan PT PLN yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali. Progress pembangunan pembangkit ini telah mencapai sekitar 35%.

Dalam pelaksanaan pembangunan, PLTU Jawa-7 diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 2.000 – 4.500 orang sesuai dengan klasifikasi dan ketrampilan. PLTU Jawa-7 juga didukung oleh terminal batubara yang akan dibangun oleh PLN dan mampu menampung 20 Juta Ton batubara.

Adapun PLTU Jawa 9 dan 10 digarap PT Indo Raya Tenaga. PT. Indo Raya Tenaga merupakan konsorsium dari PT Indonesia Power (51%) yang merupakan anak perusahaan PLN dengan PT. Barito Pacific Tbk (49%).

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Video Pilihan

Artikel Terkait