BUMD Bojonegoro Akan Beli 20 MMSCFD Gas Jambaran-Tiung Biru

"Kemarin kami sudah bertemu Pertamina. BUMD akan membeli 20 mmscfd untuk keperluan kerjasama industri tekstil," kata Suyoto.
Anggita Rezki Amelia
27 September 2017, 21:34
Pipa gas
Arief Kamaludin|KATADATA

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro berminat membeli gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan industri tekstil di Jawa Timur. 

Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan nama BUMD yang berencana menyerap gas tersebut adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Perusahaan ini akan bekerja sama dengan perusahaan tekstil membentuk konsorsium.

Adapun jumlah gas yang akan dibeli sebesar 20 juta kaki kubik per hari (mmscfd). "Kemarin kami sudah bertemu Pertamina. BUMD akan membeli 20 mmscfd untuk keperluan kerjasama industri tekstil," kata Suyoto di Jakarta, Rabu (27/9).

Sebagaimana diketahui, Lapangan Jambaran-Tiung Biru bisa memproduksi gas sebesar 172 mmscfd. Dari jumlah tersebut, 100 mmscfd akan dibeli PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN. Sisanya untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Advertisement

Menurut Suyoto pemerintah daerah ingin membeli itu agar proyek Jambaran-Tiung Biru bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. "Proyek ini bagus. Saya konsen bagaimana  menciptakan pemanfaatan industri jangka panjang di sana, " kata dia.

Mengenai harga gas, Suyoto menyerahkannya kepada Pertamina. Namun harapannya harga tersebut bisa lebih murah karena lokasi industri nantinya masih berada di sekitaran lokasi lapangan Jambaran Tiung biru. 

Selain industri tekstil, Suyoto juga mendorong agar perusahaan lainnya ikut mengembangkan industri di Bojonegoro dengan memanfaatkan gas Jambaran Tiung Biru. Salah satu industri yang didorong menggunakan gas tersebut adalah Petrokimia. Industri lainnya adalah pupuk.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait