Target Pembangunan Proyek Pipa Duri-Dumai Meleset

“Mudah-mudahan di Oktober ini bisa groundbreaking," kata Alimuddin.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
25 September 2017, 19:19
pipa gas
Arief Kamaludin | Katadata

Pembangunan proyek pipa transmisi gas Duri-Dumai hingga kini belum dimulai. Padahal awalnya target peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut bisa terlaksana pada kuartal tiga tahun ini.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Alimuddin Baso mengatakan pada awal bulan ini sebenarnya sudah membahas proyek tersebut. Pembahasan itu dipimpin Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan dihadiri Direktur Gas Pertamina Yenny Andayani, Direktur Infrastruktur Gas PGN Dilo Seno Widagdo serta Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial.

Dalam pertemuan itu Pertamina dan PGN sudah sepakat untuk kerja sama operasi. “Mudah-mudahan di Oktober ini bisa groundbreaking," kata Alimuddin kepada Katadata, Senin (25/9).

Menurut Alimuddin, peletakan batu pertama belum bisa dilakukan bulan ini karena masih ada beberapa kendala teknis dan administrasi. Kendala itu saat diselesaikan Pertamina dan PGN.

Alimuddin tidak merinci kendala teknis dan administrasi apa saja yang belum selesai, termasuk mengenai pembebasan lahan.  "Mungkin sudah selesai masalah lahan, saya tidak terlalu hafal detailnya," kata dia. 

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio mengatakan sejauh ini proyek Duri-Dumai masih dalam tahap pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture/JV). "Yang saya ketahui Pertamina Gas dan PGN akan membuat JV company untuk pipa transmisi tersebut," kata Jugi. 

Proyek ini hampir setahun lebih jalan di tempat. Adapun nilai proyek pipa Duri-Dumai mencapai US$ 76 juta atau setara Rp 1,01 triliun.

Pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan sesuai porsi kepemilikannya. Pertamina akan mendapat porsi 60% pada proyek tersebut dan sisanya PGN

Gas yang akan dialirkan ke pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips di Sumatera Selatan. Selain itu ada tambahan juga dari gas yang dihasilkan oleh Energi Mega Persada (EMP).

Total volume pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 140 juta kaki kubik per hari (mmscsfd). Gas tersebut akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, industri petrokimia, dan juga kebutuhan operasional kilang Dumai Pertamina. 

Panjang pipa Duri-Dumai sepanjang 67 kilometer (km) yang akan dibangun selama kurun waktu 18 bulan. Diameter pipa yang akan dibangun sebesar 24 inch. Ditargetkan akhir kuartal ketiga 2018, proyek ini mulai beroperasi.

Video Pilihan

Artikel Terkait