Kementerian ESDM Klaim Indonesia Punya Energi Laut Terbesar di Dunia

Potensi energi panas laut di seluruh perairan Indonesia secara total diprediksi bisa menghasilkan daya sekitar 240 Gigawatt (GW).
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
25 September 2017, 14:44
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)

Selain batu bara, Indonesia ternyata memiliki potensi energi laut seperti Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim potensi energi laut yang ada di Tanah Air merupakan yang terbesar di dunia.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan energi laut itu tersebar di beberapa daerah. “Potensi OTEC di Indonesia merupakan terbesar di dunia dan tersebar di 17 lokasi di Indonesia, dari pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan NTT, yang diprediksi sekitar 41 GW," kata dia dikutip dari situs resminya, Senin (25/9).

OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan yang bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis. Energi ini akan menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut.

Potensi energi panas laut di seluruh perairan Indonesia secara total diprediksi bisa menghasilkan daya sekitar 240 Gigawatt (GW). Pemanfaatan OTEC akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar di bidang perikanan karena akan memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut.

Saat ini Kementerian ESDM juga tengah melakukan openship. Openship kali ini selain bertujuan menyampaikan informasi pemanfaatan KR Geomarin III dalam upaya identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan Wilayah Kerja (WK) Migas. Selain itu juga untuk data studi bersama di Perairan Arafuru, Papua dan persiapan penelitian OTEC di Laut Flores di Utara Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Target survei Geomarin III di Perairan Arafuru meliputi perolehan data pengukuran batimetri dan Sub-bottom profile, rekaman seismik multikanal dasar laut /MCS, gravity meter, geomagnet. Kemudian pengambilan contoh (sampling) sedimen dasar laut.

Selanjutnya pada tanggal 24 September - 7 Oktober 2017 Geomarin III akan melanjutkan survei untuk pengambilan sampel temperatur laut di Flores di Utara Pulau Lembata. Daerah tersebut  merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi OTEC cukup besar.

Video Pilihan

Artikel Terkait