Waspada Gunung Agung, Luhut Kaji Ubah Rapat IMF-World Bank dari Bali

“Rencana kontingensi itu harus ada. Kami tunggu sekitar dua minggu kedepan sambil berdoa semoga keadaan ini membaik," kata Luhut.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
25 September 2017, 11:20
Luhut Sri Mulyani
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut  Binsar Pandjaitan mengatakan sudah membicarakan mengenai lokasi cadangan rapat Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF)-Bank Dunia (World Bank). Hal ini terkait meningkatnya aktivitas Gunung Agung, di Bali.

Menurut Luhut, persiapan lokasi cadangan itu sudah dibahas dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. “Rencana kontingensi itu harus ada. Kami tunggu sekitar dua minggu ke depan sambil berdoa semoga keadaan ini membaik," kata dia berdasarkan keterangan resminya, Minggu (24/9).

Dalam sebulan terakhir Gunung Agung menunjukkan aktivitas kegempaannya yang terbesar setelah terakhir kali meletus tahun 1963 dan menewaskan 1.148 orang. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat 49.485 menetap di enam desa yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Agung.

Pihak berwenang juga sudah mengimbau wisatawan dan penduduk setempat agar tidak berkemah atau melakukan pendakian dalam radius sembilan kilometer dari kawah Gunung Agung. Ini dilakukan sejak berlakunya status Awas pada tanggal 22 September 2017.

Untuk mengetahui kondisi lapangan, Menteri Luhut juga sudah mengunjungi wilayah Karangasem dan penduduk terdampak di penampungan pengungsi. Situasi terakhir itu akan disampaikan dalam rapat panitia pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington 11-13 Oktober 2017.

Di sisi lain, ketika berkunjung di daerah tersebut, Luhut mendapat berita bahwa situasi mulai membaik. "Tadi saya diberitahu oleh posko bahwa situasi sekarang agak membaik. Semoga akan semakin baik lagi," kata dia.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak dapat memprediksi perkiraan waktu letusan maupun penurunan aktivitas Gunung Agung. Gunung tidak dapat dibandingkan dengan gunung berapi lain, seperti Sinabung di Sumatera Utara yang dalam lima tahun terakhir ini masuk level awas.

Adapun perhelatan akbar pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank akan digelar di Bali pada tahun depan. Sebagai tuan rumah, anggaran yang diperlukan untuk acara tersebut bisa mencapai Rp 1 triliun. 

Video Pilihan

Artikel Terkait