Kementerian ESDM Akan Lelang Blok East Kalimantan

Menurut Arcandra, saat ini ada beberapa perusahaan yang memang tertarik untuk mengelola kontrak blok tersebut.
Anggita Rezki Amelia
22 September 2017, 15:13
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang Blok East Kalimantan. Hal ini menindaklanjuti keputusan PT Pertamina (Persero) yang akan mengembalikan blok di Kalimantan Timur itu.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan sebenarnya pihaknya belum menerima surat resmi dari PT Pertamina (Persero) mengenai kelanjutan rencana pengelolaan Blok East Kalimantan. Namun, sepengertian dia, perusahaan pelat merah itu memang akan mengembalikan blok tersebut.

Atas dasar itu, pemerintah akan segera membuka penawaran kepada perusahaan yang berminat terhadap blok tersebut. Apalagi kontrak Blok East Kalimantan akan berakhir 24 Oktober 2018. “Enggak ada waktu kami untuk tidak melelang secepatnya,” kata Arcandra di Jakarta, Jumat (22/9).

Menurut Arcandra, saat ini ada beberapa perusahaan yang memang tertarik untuk mengelola kontrak blok tersebut. Sayangnya, nama perusahaan itu belum bisa dibuka kepada publik.

Di sisi lain, karyawan yang masih bekerja di blok tersebut tetap bekerja hingga kontrak berakhir tahun depan. Setelah kontrak berakhir, nasib karyawan tersebut nantinya akan ditangani oleh pengelola blok yang baru. "Tetap bekerja kan masih ada sampai tahun depan," kata Arcandra.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa manik pernah mengatakan yang membuat Blok East Kalimantan tidak ekonomis adalah kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR)."Selain menanggung beban yang di depan, kami juga menanggung beban di belakang. Kalau kecil tidak apa-apa, bisa kami depresiasi," kata Elia beberapa waktu lalu.

Mengenai hal itu, Kementerian ESDM tengah menyiapkan aturan dana ASR. Arcandra mengatakan pemerintah tengah mencari teknologi yang pas untuk itu, sehingga tidak membebani negara melalui cost recovery. “Kami harus cari teknologi yang pas dan efisien, agar ASR yang tinggi itu bisa kurang,” ujar dia.

Di sisi lain, sejak awal Januari hingga akhir Juni, produksi  minyak blok tersebut mencapai 18,2 ribu barel per hari (bph). Sedangkan target dalam rencana kerja dan anggaran adalah 18,5 ribu bph.  

Video Pilihan

Artikel Terkait