Komisi Energi Usul Pembentukan Panja Kilang Minyak

“Tiga tahun saya di sini, pembahasannya masih Front End Engineering Design (FEED) terus," ujar Harry.
Anggita Rezki Amelia
28 Agustus 2017, 19:56
Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana membentuk panitia kerja (panitia kerja) untuk kilang minyak. Ini karena proyek pembangunan kilang hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir mengatakan pembentukan panitia kerja ini untuk membahas lebih rinci proyek kilang itu. "Jadi menurut kami, untuk megaproyek ini bentuk panja saja," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan direksi Pertamina di ruang rapat  komisi VII DPR, Jakarta, Senin (28/8).

(Baca: Pertamina Kantongi Tiga Calon Mitra Kilang Bontang)

 

Advertisement

Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo mengatakan proyek kilang yang dibangun PT Pertamina (Persero) ini masih jalan di tempat. “Tiga tahun saya di sini, pembahasannya masih Front End Engineering Design (FEED) terus," ujar dia.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan negara lain yang mulai membangun kilang. Salah satunya adalah Turki yang sudah mulai membangun kilang minyak berkapasitas 200 ribu barel per hari (bph) dengan biaya sekitar US$ 5 miliar.

Untuk itu Harry meminta direksi baru Pertamina mempercepat proyek tersebut. Apalagi ini masuk dalam proyek strategis nasional.

Anggota komisi VII lainnya Ramson Siagian juga menyoroti pembangunan Kilang Bontang yang hingga kini belum dimulai. Alasan belum mulainya proyek itu karena Pertamina masih mengevaluasi perusahaan yang akan menjadi mitranya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah hak kelola Pertamina yang menjadi minoritas di proyek kilang sekitar 5 sampai 10%. Seharusnya perusahaan pelat merah itu memiliki hak kelola lebih besar. "Saya berani taruhan kalau kayak begini sampai Desember tidak akan selesai, padahal kami sangat mengharapkan Pertamina besar," kata Ramson.

(Baca: Pertamina Tak Jadi Pembeli Tunggal Produk Kilang Cilacap dan Tuban)

Hal lain yang menjadi sorotan adalah kendala keuangan. Bahkan Ramson sempat menanyakan permasalah dana itu kepada direksi Pertamina. Namun dalam rapat tersebut, Direktur Megaproyek dan Petrokimia Pertamina Ardhy N. Mokobombang mengatakan tidak masalah dengan biaya itu.

Terkait proyek Kilang Bontang, Pertamina hingga kini masih memproses beberapa perusahaan yang akan menjadi mitra. Selain itu berdiskusi terkait produk kilang yang bisa diserap kedua belah pihak.

Pertamina  tidak ingin menyerap 100% produk kilang karena akan menjadi beban perusahaan. "Kami ingin melakukan namanya joint marketing, jadi business to business dengan calon pemenang dari kilang Bontang," kata Ardhy.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan pembangunan kilang memang bukan perkara sebentar. Untuk proses studi saja bisa memakan waktu satu tahun. 

(Baca: Kilang Balongan Berhasil Produksi BBM Euro 4)

Padahal pembangunan kilang memiliki beberapa proses terintegrasi mulai dari Feasibility study (FS), Basic Engineering Design (BED), hingga masuk ke proses Front End Engineering Design (FEED). "Jadi harus ada integrasi. Kita sedang dalam proses integrasi ini," kata dia. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait