Shell dan Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Evaluasi harga BBM eceran tersebut dapat dilakukan berkala setiap enam bulan sekali, ataupun sewaktu-waktu jika diperlukan.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
24 Agustus 2017, 16:55
SPBU Shell Cikini
Arief Kamaludin | Katadata
SPBU Shell Cikini

PT Shell Indonesia dan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga ini sudah disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (18/8).

Perubahan harga jual BBM eceran ini terjadi pada jenis Shell Super/Mogas 92.  Di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), harga BBM jenis itu mencapai Rp 8.550 per liter. Harga awalnya Rp 8.400 per liter.

(Baca: Hingga Juli, Realisasi BBM Satu Harga Masih 29% dari Target)

Selain di Jabodetabek, perubahan harga BBM jenis ini pun terjadi untuk wilayah Bandung. Di sana, harga naik Rp 150 per liter menjadi Rp 8.700 per liter. “Perubahan harga tersebut mulai berlaku sejak 18 Agustus 2017,” dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/8).

Sementara itu, harga BBM dengan kualitas yang sama di Pertamina, yakni Pertamax juga mengalami kenaikan menjadi Rp 8.250 per liter. Sebelumnya per tanggal 21 Maret 2017, harga Pertamax adalah Rp 8.150 per liter. Artinya selama lima bulan terakhir, Pertamina baru menaikan Pertamax sebesar Rp 100 per liter.

(Baca: BPH Migas Usul Dana Iuran Rp 1 Triliun Dipakai Dukung BBM Satu Harga)

Perhitungan terkait perubahan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) itu telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015. Aturan tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Di aturan tersebut, penetapan atau perubahan harga jual eceran jenis BBM Umum yang ditetapkan oleh Badan Usaha dilaporkan pada Menteri ESDM. Evaluasi harga BBM eceran tersebut dapat dilakukan berkala setiap enam bulan sekali, ataupun sewaktu-waktu jika diperlukan.

(Baca: Laba Pertamina Semester I Anjlok 24% Akibat Penjualan Premium)

Selama semester I tahun 2017, total penjualan seluruh jenis BBM di luar Solar, mengalami kenaikan menjadi 32,60 juta kilo liter (KL) dari periode sebelumnya 31,47 juta KL. Dari 32,60 juta KL, 42,4% merupakan Premium, 39,9% Pertalite, Pertama 16,9% dan Pertamax Plus/Turbo 0,8%.

Video Pilihan

Artikel Terkait