Keputusan Pertamina Kelola Ladang Minyak di Iran Tertunda Empat Bulan

“Mereka akan putuskan siapa pemenang dari pengelola blok empat bulan dari sekarang,” ujar Arcandra.
Anggita Rezki Amelia
8 Agustus 2017, 19:03
Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina (Persero) masih harus menunggu empat bulan lagi untuk mendapatkan kepastian mengelola ladang minyak di Iran. Hal ini merupakan hasil dari pertemuan pemerintah Indonesia dengan Iran akhir pekan lalu.

Dalam kunjungannya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sudah menyampaikan niat Pertamina untuk bisa mengelola dua lapangan minyak Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Namun memang sampai saat ini belum ada keputusan dari pemerintah Iran.

(Baca: Pertamina Bidik Dua Blok Migas di Iran)

Menurut Arcandra, salah satu penyebab mereka belum memutuskan proposal yang diajukan Pertamina karena kabinet pemerintah Iran baru terbentuk pekan ini. Ini mengingat negeri para mullah tersebut baru saja melakukan proses pemilihan Presiden.

Meski begitu, Pemerintah Iran menjanjikan akan memutuskan pemenang blok tersebut dalam beberapa bulan ke depan. “Mereka akan putuskan siapa pemenang dari pengelola blok empat bulan dari sekarang,” ujar dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/8).

Untuk mengelola ladang minyak itu, Pertamina juga harus bersaing dengan beberapa perusahaan migas lainnya. Mereka yakni Lukoil dari Rusia dan Maersk dari Denmark.

(Baca: Pertamina Bersaing dengan Perusahaan Rusia Kelola Ladang Minyak Iran)

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam berharap hasil kunjungan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ke Iran membuahkan hasil yang positif. “Pak wamen kesana good news kok katanya,” kata dia.

Sampai saat ini Pertamina masih menunggu ketentuan fiskal (fiskal term) dari pihak Iran. Dengan begitu bisa menghitung keekonomian dari blok tersebut.

(Baca: Luhut Lobi Iran untuk Tunjuk Langsung Pertamina Kelola Lapangan Migas)

Syamsu juga berharap, bisa mengelola ladang minyak di Iran itu secara bertahap. Kemungkinan tahap awal adalah Lapangan Mansouri dengan kapasitas sekitar 1,6 miliar barel. “Mansouri dulu sepertinya,” ujar dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait