Menteri ESDM Tawarkan ExxonMobil Bangun Kilang di Dalam Negeri

"Saya tawarin mau enggak bikin kilang di Indonesia atau pindahin dari yang Singapura," kata Jonan.
Anggita Rezki Amelia
2 Agustus 2017, 09:18
Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan ExxonMobil membangun kilang minyak di dalam negeri. Apalagi perusahaan asal Amerika Serikat ini sudah pengalaman membangun kilang di luar negeri.

Penawaran ini sudah disampaikan saat Menteri ESDM Ignasius Jonan berkunjung ke Amerika Serikat pekan lalu.  Dalam lawatannya itu, ia berkunjung ke kantor pusat ExxonMobil dan bertemu dengan para petinggi perusahaan itu yakni Senior Vice President (SVP) Exxon Mobil Corporation, Mark W. Albers.

(Baca: Jonan Dorong ExxonMobil Kerek Produksi Cepu Hingga 300 Ribu Bph)

Di sana, Jonan meminta Exxon berinvestasi kilang di Indonesia. "Exxon itu punya fasilitas refinery besar di Singapura. Saya tawarin mau enggak bikin kilang di Indonesia atau pindahin dari yang Singapura," kata dia di Kementerian ESDM, Selasa (1/8).

Advertisement

Agar Exxon tertarik, Jonan berjanji akan memberikan izin mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Dengan begitu mereka bisa menjual produk hasil kilang tersebut.

(Baca: Menteri ESDM Ingin Exxon Bangun SPBU di Indonesia)

Namun dalam lawatannya ke Amerika itu, Jonan mengaku Exxon belum memberikan jawaban terhadap tawaran pemerintah tersebut.  ExxonMobil saat ini memang memiliki unit bisnis di sektor hilir dan petrokimia, yakni PT ExxonMobil Lubricants Indonesia.

Selain sektor hilir migas, pertemuan tersebut juga membahas kegiatan hulu migas, termasuk East Natuna. Jonan berterima kasih kepada ExxonMobil yang sudah mengembalikan blok tersebut.

(Baca: Jonan: Exxon Tak Lanjutkan Investasi di Blok East Natuna)

Alasan Exxon mengembalikan karena kandungan karbon dioksida di East Natuna sangat tinggi mencapai 72%, sehingga menyebabkan biaya tinggi. “Saya ucapkan terima kasih, setelah sekian lama akhirnya Exxon mengembalikan East Natuna karena mereka tidak sanggup,” ujar Jonan. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait