Kunjungi Amerika, Jonan Minta Perusahaan Migas Tingkatkan Investasi

Menteri ESDM meminta ConocoPhillips segera mengajukan proposal pengelolaan Blok South Jambi B yang kontraknya habis 2020.
Anggita Rezki Amelia
25 Juli 2017, 19:17
Jonan
Arief Kamaludin | Katadata

Pemerintah menginginkan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia meningkatkan investasinya. Ini seiring dengan tujuan kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ke Houston, Amerika Serikat Senin (24/7) hingga Rabu (26/7).

Berdasarkan siaran persnya, kunjungan kerja Menteri ESDM diawali dengan bertemu Ryan Lance yang merupakan CEO ConocoPhillips. Di Indonesia, ConocoPhillips mengelola beberapa blok seperti Koridor di Sumatera Selatan, South Jambi B di Sumatera Bagian Selatan dan Kualakurun di Kalimantan Tengah.

(Baca: Produksi Gas ConocoPhillips Tambah 16% Berkat Fasilitas Baru)

Dalam pertemuan tersebut, Jonan dan Ryan membahas mengenai kelanjutan pengelolaan Blok South Jambi B. Blok ini akan berakhir pada 2020.

Untuk itu, Menteri ESDM meminta ConocoPhillips segera mengajukan proposal pengelolaan blok tersebut  setelah kontrak berakhir. Opsinya adalah bermitra dengan Pertamina atau perusahaan lainnya.

"Sementara itu ConocoPhillips akan segera menyampaikan kepada Menteri ESDM setelah melakukan pembahasan internal termasuk membahas masalah keekonomian," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Sujatmiko berdasarkan keterangan resminya, Selasa (25/7). 

Pada hari yang sama, Senin (24/7), Menteri Jonan juga bertemu President & CEO  General Electic (GE) , Lorenzo Simonelli. GE adalah perusahaan yang memiliki perusahaan dari hulu, tengah dan hilir, pertama di dunia yang mengedepankan biaya produksi per barel yang murah dengan teknologi canggih, hingga peningkatan efisiensi dan proses yang aman untuk kilang dan petrokimia.

(Baca: Pertamina Siap Gandeng GE Bangun Kilang Gas Mini)

Pada pertemuan tersebut, Presiden GE menawarkan teknologi untuk kegiatan hulu migas antara lain pengurangan biaya pengeboran dengan memanfatkan teknologi digital melalui solusi IntelliStream. Selain itu, beberapa teknologi lain dikenalkan untuk membantu teknik pengurasan sumur (Enhanced Oil Recovery/EOR) pada beberapa lapangan migas di Indonesia.

Di samping itu, GE juga menawarkan teknologi barge power plant (pembangkit mini di kapal) dengan solusi komprehensif yang meliputi infrastruktur gas untuk pulau-pulau dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah seperti Papua. Sementara itu, pemerintah menawarkan kepada GE untuk turut serta dalam pengembangan panas bumi di Indonesia.

Selanjutnya, pada hari Selasa waktu setempat, Menteri ESDM dijadwalkan bertemu Jeff Shellebarger yang merupakan President Chevron North America Exploration and Production dan Mary Boroughs yakni President Chevron Environmental Management Company di kantor pusat mereka. Pembahasan akan berfokus kepada pengembangan sumber daya migas unconventional oleh Chevron di Amerika Serikat.

(Baca: Kontrak Blok Rokan Akan Habis, Chevron Evaluasi Teknologi EOR)

Kemudian membahas penerapan teknologi lanjutan EOR yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak di lapangan migas tua serta target dan realisasi program kerja drilling & completion. Menteri ESDM juga akan mengunjungi Drilling & Completions Decision Support Center milik Chevron.

Video Pilihan

Artikel Terkait