Menteri Darmin Minta PLN Perpanjang Masa Kontrak Jual Beli Listrik

"Kami harus memperpanjang kontrak untuk PLTU batubara, sehingga tarif listrik tidak mengikuti harga pasar dari tahun ke tahun," ujar Darmin.
Anggita Rezki Amelia
21 Juli 2017, 16:02
darmin
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) memperpanjang masa kontrak jual beli tenaga listrik. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga listrik di hilir.

Darmin mengatakan semakin panjang masa kontrak akan menghindari adanya fluktuasi terhadap harga listrik. Jadi biaya yang akan dikeluarkan PLN juga bisa dikendalikan. Ujungnya listrik yang dibeli masyarakat juga lebih murah. (Baca: Kementerian ESDM Luruskan 5 Fakta Keliru Tarif Listrik Naik)

Saat ini, rata-rata masa kontrak untuk pembangkit listrik yang berbahan bakar batubara adalah 20 tahun. "Kami harus memperpanjang kontrak untuk PLTU batubara, sehingga tarif listrik tidak mengikuti harga pasar dari tahun ke tahun," ujar Darmin di Jakarta, Jumat (21/7).

Di satu sisi, semakin panjang kontrak maka memberikan kepastian terhadap perusahaan penyedia listrik. Mereka bisa menghitung modal yang harus dikeluarkan dan merencanakan investasi di Indonesia. (Baca: Surati Bappenas, Kementerian ESDM Naikkan Target Produksi Batubara)

Menurut Darmin saat ini pembangkit listrik berbahan batubara memang masih mendominasi di Indonesia. Penyebabnya adalah cadangan batubara masih besar sehingga investor tersebut bisa memanfaatkan sumber daya tersebut.

Dengan ketersediaan bahan bakar tersebut, Darmin mendorong agar pembangkit listrik dibangun di dekat mulut tambang. Adapun  Pembangunan PLTU Mulut Tambang masuk dalam RUPTL PLN periode  2017-2026, PLN menambahkan kapasitas PLTU mulut tambang sebesar 4.000 Megawatt (MW).

PLTU Mulut tambang ini berada di Sumatera dan Kalimantan. Rinciannya di Sumatera akan ada penambahan sekitar 2.500 MW, sedangkan di Kalimantan sebesar 1.500 MW.

(Baca: Bappenas: Ada Peluang Ekspor Listrik dari PLTU Mulut Tambang)

Selain batubara, Darmin juga mendorong adanya perpanjangan masa kontrak bagi sumber energi lain seperti panas bumi. “Kami sudah harus punya kebijakan dan skema jangka panjang untuk memastikan biaya listrik kita tidak berfluktuasi mengikuti harga dari bulan ke bulan," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait