Dua Sumur Blok Mahakam yang Dibiayai Pertamina Mulai Dibor

“Minggu kemarin, 16 Juli 2017 mulainya,” kata Direktur PT Pertamina Hulu Mahakam Ida Yusmiati.
Anggita Rezki Amelia
18 Juli 2017, 11:37
Pekerja migas
Dok. ExxonMobil

PT Pertamina (Persero) sudah mulai mengebor sumur minyak dan gas bumi (migas) yang dibiayainya di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Pengeboran ini bertujuan untuk mempertahankan produksi migas di blok tersebut.

Direktur PT Pertamina Hulu Mahakam Ida Yusmiati mengatakan saat ini sedang dibor dua sumur secara simultan di blok tersebut. “Minggu kemarin, 16 Juli 2017 mulainya,” kata dia kepada Katadata, Selasa (18/7). (Baca: Sumur di Blok Mahakam yang Didanai Pertamina Siap Dibor)

 

Sampai akhir tahun nanti Pertamina memang berencana membiayai pengeboran 15 sumur di Blok Mahakam. Ini karena sampai saat ini operator blok tersebut adalah Total E&P Indonesie, meskipun ketika kontrak berakhir Desember 2017, pengelolaan beralih ke Pertamina.

Dengan pengeboran ini harapannya produksi tetap terjaga sampai kontrak beralih. Sejak awal Januari hingga akhir Juni, produksi gas di Blok Mahakam mencapai 1.504 mmscfd atau 105% di atas target. Produksi minyak juga 103% lebih tinggi dari target mencapai 55.100 barel per hari (bph).

Head of Corporate Communication Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi pernah mengatakan pengeboran itu menggunakan rig milik PT Apexindo Pratama Duta Tbk. “(Pengeborannya) menggunakan rig Maera milik Apexindo,” katanya kepada Katadata, Selasa (13/6).

(Baca: Apexindo Gaet Kontrak Baru Pengeboran Blok Mahakam dari Total)

Dalam materi paparan publik akhir 2016, manajemen Apexindo mengungkapkan tarif sewa harian jack-up rig saat ini terus melorot menjadi sekitar US$ 55 ribu-65 ribu seiring dengan penurunan harga minyak dunia. Dengan kurs Rp 13.300 per dolar AS saat ini, tarif sewa hariannya maksimal hampir Rp 900 juta.

Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mewaspadai adanya kenaikan penggantian biaya operasi (cost recovery) di Blok Mahakam. Ini karena adanya percepatan masa depresiasi akibat kontrak akan berakhir.

(Baca: SKK Migas Waspadai Kenaikan Cost Recovery Blok Mahakam dan Jangkrik)

Dengan percepatan masa depresiasi itu maka pemerintah harus mengganti cost recovery Blok Mahakam sebesar US$ 900 juta. “Jadi semua pengeluaran investasi Blok Mahakam yang belum di-cost recovery, akhir tahun ini seluruhnya dibebankan,” kata Amien di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (6/7).

Video Pilihan

Artikel Terkait