Pertama Kali, Indonesia Akan Punya Kilang Berteknologi 3D di Sumsel

Data terkait kilang yang terangkum dalam versi virtualnya terjamin aman dan bebas dari serangan peretas.
Anggita Rezki Amelia
10 Juli 2017, 10:43
Kilang Minyak
KATADATA

Indonesia akan segera memiliki kilang minyak yang pertama kali menggunakan teknologi tiga dimensi (3D). Adapun PT Palembang GMA Refinery Consortium (PGRC) bekerja sama dengan perusahaan perangkat lunak berbasis teknologi tiga dimensi (3D), yakni platform 3DEXPERIENCE Dassault Systèmesa akan membangun kilang itu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api​, Sumatera Selatan (Sumsel).

Chief Executive Officer  PGRC Mohammad Rusydi mengatakan tujuan kerja sama dengan Dassault Systèmes untuk mendukung perencanaan dan manajemen pembangunan kilang virtual, dan tangki penyimpanan minyak mentah."Kalau di Indonesia ini bisa jadi kilang pertama yang memakai virtual 3D," kata dia di Jakarta, Jumat (7/7).

(Baca: Dana Minim, Pertamina Minta Pemerintah Garansi Proyek Kilang)

Dengan kerjasama ini, Rusydi mengatakan bisa menghemat biaya investasi. Di sisi lain ia mengklaim data terkait kilang yang terangkum dalam versi virtualnya terjamin aman dan bebas dari serangan peretas.

Menurut Rusydi, pembangunan kilang di Tanjung Api-Api telah mendapatkan izin investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan dukungan penuh dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus untuk beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. Kilang tersebut memiliki kapasitas 300 ribu bph.

Mengutip situs resminya, PGRC merupakan konsorsium beberapa perusahaan investasi lintas negara. Konsorsium ini terdiri dari Brisbane Penanaman Modal (Australia), PT Manajemen Asia Umum (GMA), PT Toman Pare, Anglo Energi Refining Group (Inggris), PT BCI Zawar Indonesia, dan beberapa mitra lainnya. Perusahaan ini didirikan untuk mengembangkan kilang minyak dan penyimpanan internasional untuk cadangan minyak strategis. 

Produk yang akan dihasilkan kilang tersebut bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah Bahan Bakar Minyak jenis bensin, solar, minyak tanah, dengan kualitas bersih berstandar Euro 5. 

(Baca: Aturan Terbit, Kendaraan Wajib Pakai BBM Euro 4 Tahun Depan)

Pembangunan kilang ini diperkirakan memakan waktu 30-32 bulan, mulai dari proses rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) hingga produksi komersial. Sementara targetnya 2019 pembangunan kilang selesai. Nilai nvestasi yang akan dikeluarkan perusahaan tersebut sekitar 8,4 miliar Euro atau sekitar Rp 118 triliun. 

Video Pilihan

Artikel Terkait