Petronas Siap Kucurkan US$ 80 Juta untuk Mengebor 2 Sumur di Bukit Tua

"Kalau bisa secepatnya selesai, September kami harapkan selesai. Kalau enggak di akhir tahun,"
Anggita Rezki Amelia
7 Juli 2017, 18:48
Petronas
Katadata | Arief Kamaludin

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) siap mengucurkan dana sekitar US$ 80 juta untuk mengebor dua sumur tambahan tahun ini di Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang. Tujuannnya untuk mempertahankan produksi blok tersebut.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan telah memberikan restu kepada Petronas mengebor dua sumur tersebut. Saat ini tengah berkoordinasi dengan Petronas untuk mendatangkan anjungan pengeboran (rig) ke blok itu.

(Baca: Petronas Minat Jadi Mitra Pertamina Kelola 8 Blok Pakai Gross Split)

Dengan dengan ada pengeboran dua sumur tersebut diperkirakan akan ada tambahan minyak sekitar 8.000 barel per hari (bph). "Kalau bisa secepatnya, September kami harapkan selesai. Kalau enggak di akhir tahun," kata Fatar di Jakarta, Jumat (7/7).

Country Chairman Petronas Indonesia Mohamad Zaini Md Noor membenarkan perusahaannya akan mengebor dua sumur pengembangan di Lapangan Bukit Tua yang akan dimulai Agustus nanti. Namun, penambahan dua sumur itu bukan untuk menambah produksi di Lapangan Bukit Tua. 

Menurut Zaini, tujuan pengeboran itu hanya untuk mempertahankan produksi.  "Ini kami maintance produksi, bukan nambah lagi dari 20 ribu bph," kata dia kepada Katadata, Jumat (7/7).  (Baca: Petronas Siapkan Rp 650 Miliar untuk Mengebor Dua Sumur di Blok Muriah)

Lapangan Bukit Tua merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia. Investasinya mencapai US$ 800 juta. Di blok ini, Petronas menjadi operator dan memiliki hak kelola sebesar 80 persen. Sisanya  dipegang oleh PT Saka Ketapang Perdana, anak Usaha PT Perusahaan Gas Negara. 

Berdasarkan situs resmi Petronas, Lapangan Bukit Tua berjarak 35 km di Utara lepas pantai Pulau Madura. Berada di kedalaman air 57 meter (187 kaki) Di Blok Ketapang. Lapangan ini ditemukan pada April 2001 lalu dengan pengeboran sumur Bukit Tua-1 sampai kedalaman sekitar 6.500 kaki. Seluruh lapangan diperkirakan mengandung cadangan minyak 65 juta barel dan gas 110 miliar kaki kubik (bcf). 

Petronas menargetkan produksi minyak dari Blok ini sebesar 20 ribu bph dan 46 juta kaki kubik per hari (mmscfd) gas selama lima tahun pertama produksi. Adapun produksi lapangan ini telah dimulai pada 2015 lalu. (Baca: Pemangkasan Investasi Petronas Belum Berdampak ke Indonesia)

Selain mengelola Blok Ketapang, Petronas jugas memegang hak partisipasi di beberapa wilayah kerja migas Indoenesia. Misalnya wilayah kerja Natuna Sea A sebesar 15 persen. Perusahaan gas Negeri Jiran ini juga menguasai 80 persen saham di Blok Muriah. Petronas juga bekerjasama dengan anak usaha PGN di blok Muriah, yakni PT Saka Energy Muriah Ltd. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait