SKK Migas Tetap Genjot Lifting Migas Saat Libur Panjang Lebaran

“Petugas-petugas lapangan juga merayakan hari keagamaannya di lapangan bersama-sama, tetapi tetap ada petugas jaga,"
Anggita Rezki Amelia
21 Juni 2017, 20:08
migas
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap menggenjot produksi siap jual (lifting) saat hari raya Idul Fitri. Jadi, seluruh kegiatan operasional migas tidak berhenti saat itu, termasuk pengiriman migas melalui kapal.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan kegiatan operasi migas tidak terpengaruh terhadap hari keagamaan. Semua berjalan normal pada kontraktor seperti hari-hari biasanya.

(Baca: Menaker Putuskan Swasta Ikut Cuti Bersama Lebaran 23-30 Juni 2017)

Nantinya setiap wilayah kerja selalu ada pekerja dari kontraktor yang berjaga di area operasi untuk memantau kegiatan migas. “Petugas-petugas lapangan juga merayakan hari keagamaannya di lapangan bersama-sama, tetapi tetap ada petugas jaga," kata dia kepada Katadata, Selasa (20/6).

Dengan begitu, harapannya, produksi tidak turun dan lifting bisa tetap terjaga. Apalagi pemerintah menargetkan target lifting minyak bisa lebih tinggi dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dan bisa mencapai 825 ribu bph.

(Baca: Di Bawah Target APBN, Lifting Minyak Kuartal I Baru 787.800 Bph)

Target lifting minyak tahun ini di APBN 2017 yakni 815.000 barel per hari. Sementara target lifting gas tahun ini ditargetkan hanya 1.150 ribu barel setara minyak per hari (mboepd).

Berdasarkan data SKK Migas, lifting minyak hingga kuartal I tahun ini baru mencapai 787.800 bph.  Sedangkan, capaian lifting gas pada kuartal pertama 2017 sebesar 6.503 juta kaki kubik per hari (mmscd).

Sekretaris SKK Migas Budi Agustiono mengatakan, realisasi lifting minyak kuartal I ini menurun akibat faktor gangguan cuaca, khususnya di perairan laut Jawa Timur. Alhasil, kegiatan lifting di fasilitas FSO Gagak Rimang tidak bisa beroperasi secara maksimal.

(Baca: Produksi Minyak Blok Cepu Turun 75 Persen)

Demi menghindari kepenuhan tangki atau top tank pada FSO Gagak Rimang,  produksi minyak di Blok Cepu pun dikurangi dari 200 ribu bph menjadi hanya 50 ribu bph selama satu pekan. ''Penyebab lifting turun itu akibat cuaca buruk, lifting terganggu sehingga (kapal) tanker sulit merapat ke fasilitas,'' kata Budi dalam pertemuan dengan wartawan di Cilegon, Jawa Barat, Jumat (6/4). 

Video Pilihan

Artikel Terkait