Naik 38%, Anggaran Bangun 105 Jaringan Gas Tahun Depan Rp 1,1 Triliun

“Program ini menyentuh masyarakat karena lebih murah dibandingkan memakai elpiji subsidi 3 kg,”
Anggita Rezki Amelia
16 Juni 2017, 16:32
Jaringan gas rumah tangga
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui peningkatan anggaran jaringan gas kota bagi rumah tanga sebesar 38 persen. Alasannya progam ini langsung berhubungan dengan masyarakat.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan anggaran untuk jaringan gas kota bagi rumah tangga tahun depan mencapai Rp 1,13 triliun, naik 38 persen dari tahun ini yang sebesar Rp 817 miliar. “Program ini menyentuh masyarakat karena lebih murah dibandingkan memakai elpiji subsidi 3 kilogram (kg),” kata dia saat rapat dengan DPR, Kamis (15/6). 

(Baca: Pertamina-PGN Mulai Bangun Pipa Gas Duri-Dumai Usai Lebaran)

Dari data Kementerian ESDM,  tahun depan ada 105.828 sambungan rumah tangga (SR) yang akan dibangun. Jumlah ini lebih besar dari rencana pembangunan jargas tahun ini sebanyak 59.609 SR.

Pembangunan jargas tersebut berada di 18 lokasi. Perinciannya Kota Medan, Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas, Semarang, Pasuruan, dan Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, di Kota Probolinggo, Samarinda, Bontang, Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Tarakan. Ada pula di Kabupaten Wajo, Kabupaten Banggai, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kota Tanjung Enim, dan Kabupaten Subang.

No.

Lokasi

Sambungan Rumah Tangga

No.

Lokasi

Sambungan Rumah Tangga

1

Kota Medan

5.000

10

Kota Balikpapan

6.000

2

Kota Prabumulih

6.000

11

Kabupaten Penajam Paser Utara

5.000

3

Kabupaten Musi Rawas

5.000

12

Kota Tarakan

5.340

4

Kota Semarang

8.000

13

Kabupaten Wajo

4.000

5

Kota Pasuruan

6.000

14

Kabupaten Banggai

5.000

6

Kabupaten Sidoarjo

12.000

15

Kota Sorong

4.000

7

Kota Probolinggo

5.000

16

Kabupaten Sorong

5.000

8

Kota Samarinda

5.000

17

Kota Tanjung Enim

4.000

9

Kota Bontang

10.000

18

Kabupaten Subang

5.488

 

Selain jargas ada beberapa program lainnya juga yang masuk dalam belanja publik fisik. Pertama, paket konverter kit bagi nelayan. Kedua, pembangunan pipa gas transmisi. Ketiga, paket konverter kit untuk konversi BBM ke BBG bagi kendaraan.

Keempat, paket perdana tabung gas. Kelima, pengeboran air bawah tanah untuk kebutuhan masyarakat terpencil. Keenam gasifikasi mini batubara untuk industri mikro. 

(Baca: Juli, Pemerintah Bagikan Lagi 16 Ribu Konventer Kit ke Nelayan)

Secara total, anggaran untuk belanja fisik mencapai Rp 3,32 triliun. Sementara total anggaran Kementerian ESDM tahun depan mencapai Rp 6,52 triliun. "Idealnya belanja publik fisik itu sekitar 51 persen. Arahan Bapak Presiden juga bahwa aparatur jangan kebanyakan mengkaji dan rapat," kata Jonan di sela sela rapat kerja Komisi VII DPR Jakarta, Kamis malam (15/6).

Video Pilihan

Artikel Terkait