Pemerintah Ingin Pemenang Lelang Blok Oti Pakai Skema Gross Split

Azipac bisa memilih antara kontrak PSC cost recovery atau skema kontrak gross split.
Anggita Rezki Amelia
2 Juni 2017, 14:19
Rig Minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan skema gross split kepada Azipac untuk mengelola Blok Oti. Perusahaan yang berkantor di Singapura, Dubai dan Jakarta ini telah memenangkan lelang blok migas di kawasan lepas pantai Kalimantan Timur tersebut yang digelar tahun lalu.

Direktur Pembinaan Hulu Kementerian ESDM Tunggal mengatakan, meski sudah dinyatakan memenangkan lelang, Azipac belum menentukan jenis kontrak yang akan digunakannya. Sebab, belum ada kewajiban memakai skema kontrak gross split pada lelang blok tahun 2016.

(Baca: Pakai Skema Baru Bonus Tanda Tangan, Pemerintah Lelang 15 Blok Migas)

Jadi, Azipac bisa memilih antara kontrak PSC cost recovery atau skema kontrak gross split. "Baru akan dibicarakan dengan Azipac, pemerintah berharap kontrak gross split," kata dia kepada Katadata, Jumat (2/6).

Mengacu situs Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Azipac sebenarnya pernah mengincar Blok Oti saat lelang wilayah kerja migas tahun 2015. Namun, keinginan itu kandas karena penawaran yang diajukan Azipac di bawah syarat minimum pemerintah.

Pemerintah saat itu menetapkan bagi hasil di Blok Oti  untuk minyak sebesar 65 persen pemerintah  dan 35 persen untuk kontraktor. Adapun, untuk gas pemerintah sebesar 60 persen dan kontraktor 40 persen. 

Persyaratan komitmen pasti pada saat itu di Blok Oti berupa G&G atau (Geological & Gephysical) dan pengeboran satu sumur eksplorasi. Pemenang lelang waktu itu juga harus memberikan bonus tandatangan minimal US$ 1 juta.

(Baca: Lelang Blok Migas 2016, Kontraktor Bisa Tawar Besaran Bagi Hasil)

Kini, pemerintah hanya mensyaratkan bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu. Menurut Tunggal, Azipac mengajukan tawaran lebih tinggi dari syarat pemerintah itu, sehingga terpilih menjadi pemenang. "Dasar pemenang ada di SOP lelang dan hasil evaluasi tim," kata dia. 

Berdasarkan laman resminya, Azipac Limited merupakan unit usaha Azimuth Group yang didirikan pada 2014 dan berkantor pusat di Hamilton, Bermuda. Saat ini Azipac mengelola dua wilayah kerja migas di Indonesia.

Pertama, Blok North Madura yang berada di lepas Jawa Timur. Azipac mengempit sepenuhnya hak kelola 100 persen blok tersebut. (Baca: Arcandra Bantah Iklim Investasi Penyebab Blok Migas Tak Laku)

Kedua,  Blok Bone di lepas pantai Sulawesi. Azipac mengempit 40 persen hak kelola di blok itu, sisanya dimiliki oleh Jadestone Energy yang bertindak sebagai operator. Namun di Blok Bone ini,  rencananya Azipac akan mengakuisisi seluruh hak kelola mitranya sehingga kepemilikannya menjadi 100 persen. Saat ini prosesnya masih menunggu persetujuan pemerintah.

Video Pilihan

Artikel Terkait