Kementerian ESDM Minta Inpex Segera Mulai Desain Proyek Masela

Dalam proses pre-FEED satu tahap ini, Inpex tidak lagi mengkaji seluruh opsi, melainkan hanya mengkaji satu opsi terbaik terkait kapasitas produksi dan juga lokasi kilang.
Anggita Rezki Amelia
29 Mei 2017, 21:00
Rig Minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SKK Migas meminta Inpex Corporation untuk segera memulai proses kajian desain awal atau pre-FEED Blok Masela. Permintaan itu disampaikan melalui surat pada pekan lalu.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan, Inpex harus melakukan pre-FEED sesuai dengan keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan. "Pak Menteri minta satu tahap saja," kata dia di Jakarta, Senin (29/5).

(Baca: Kajian Desain Awal Proyek Masela Dilakukan Satu Tahap)

Ia menjelaskan, sebelumnya Inpex meminta dua tahap dalam proses pre-FEED kepada pemerintah. Tahap pertama adalah pendahuluan untuk memilih lokasi dan kapasitas kilang. Setelah terpilih maka dilakukan kajian lebih lanjut.

Namun, setelah Jonan bertemu petinggi Inpex di Jepang beberapa waktu lalu, perdebatan mengenai tahapan pre-FEED sudah rampung. Ia mengklaim Inpex saat itu telah sepakat melakukan pre-FEED satu tahap.  (Baca: Temui Bos Inpex di Jepang, Jonan Minta Proyek Masela Dipercepat)

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar juga membenarkan pre-FEED yang dilakukan Inpex hanya satu tahap. "Lima hari lagi nanti saya sampaikan," kata dia.

Dalam proses pre-FEED satu tahap ini, Inpex tidak lagi mengkaji seluruh opsi, melainkan hanya mengkaji satu opsi terbaik terkait kapasitas produksi dan juga lokasi kilang. Sebelumnya ada dua opsi lokasi untuk kilang Blok Masela yakni Yamdena dan Aru. Jarak Blok Masela dengan Pulau Yamdena sekitar 183 kilometer (km). Sedangkan Aru memiliki jarak 512 km dengan ladang gas tersebut.

(Baca: Kementerian ESDM Kaji Kriteria Evaluasi​ Desain Awal Proyek Masela)

Sedangkan selama ini opsi kapasitas produksi Blok Masela terdiri dari dua pilihan, yakni kapasitas produksi  sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) untuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dan gas pipa sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd), opsi ini merupakan keinginan Inpex. Sementara pemerintah menginginkan porsi LNG lebih sedikit yaitu 7,5 mtpa , tapi gas pipa untuk dalam negeri diperbanyak menjadi 474 mmscfd.

Video Pilihan

Artikel Terkait