Bulan Depan, Pertamina Akan Umumkan Mitra di Kilang Bontang

Porsi kepemilikan Pertamina di Kilang Bontang hanya sekitar 5-10 persen. Alasannya, Pertamina tengah melakukan pengetatan biaya agar tetap bisa membiayai proyek besar lainnya.
Anggita Rezki Amelia
24 Mei 2017, 19:11
Migas
Dok. Chevron

PT Pertamina (Persero) akan mengumumkan investor yang menjadi mitranya untuk membangun Kilang Bontang di Kalimantan Timur, bulan depan. Dari sembilan perusahaan, saat ini ada dua perusahaan yang menjadi calon kuat, yakni perusahaan asal Tiongkok, Sinopec, dan Kuwait Petroleum Internasional (KPI).

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, perlu waktu untuk mengevaluasi calon mitra sebelum diumumkan pemenangnya. “Pertamina akan mengumumkan pemenang yang menjadi mitranya di Kilang Bontang pada Juni mendatang,” kata dia di Jakarta, Rabu (24/5).

(Baca: Kuwait dan Tiongkok Calon Kuat Mitra Pertamina di Kilang Bontang)

Sedangkan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, perusahaannya hanya akan memiliki porsi kepemilikan sekitar 5 sampai 10 persen, sisanya untuk mitra. Alasannya Pertamina tengah melakukan pengetatan biaya agar tetap bisa membiayai proyek besar lainnya. 

Dalam pelaksanaannya nanti, Pertamina tidak ingin menjadi pembeli (offtaker) hasil olahan minyak Kilang Bontang sepenuhnya. Namun dengan sistem penjualan hasil kilang bersama atau joint marketing effort.

(Baca: Jadi Offtaker, Pertamina Minta Saham di Kilang Swasta)

Dengan sistem itu maka dapat meminimalkan kewajiban yang dicatat dalam setiap pembukuan Pertamina. "Kami akan melihat juga bagaimana nanti urusan produknya, apa  diminta guarantee atau tidak, karena financial ini harus hati-hati," ujar Elia. 

Mengacu Keputusan Menteri ESDM Nomor 7935 K/10/MEM/2016, pemerintah menetapkan kapasitas kilang minyak sebesar 300 ribu barel per hari. Adapun, hasil produksinya berupa bensin minimal 60 ribu barel per hari dan Solar 124 ribu barel per hari dengan standar minimal Euro IV. 

(Baca: Dana Terbatas, Pertamina Hanya Bisa Danai 20 Persen Kilang Bontang)

Pertamina juga mendapat mandat mengintegrasikan kilang BBM tersebut dengan petrokimia, yang dalam pelaksanaan pembangunannya dapat bekerja sama dengan badan usaha lain. Adapun, hasil produksi kilang tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertamina menargetkan kilang ini beroperasi pada 2023. Nilai investasinya mencapai US$ 8 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait