Kapal Pembangkit Turki Pasok Listrik 240 MW ke Sumatera Utara

"Hadirnya kapal pembangkit listrik ini merupakan solusi cepat untuk pemenuhan kebutuhan listrik sambil menunggu pembangkit permanen dibangun.”
Anggita Rezki Amelia
22 Mei 2017, 14:58
Kapal Onur Sultan
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Kapal pandu dan tunda milik PT Pelindo I melayani pemanduan Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) saat akan bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5).

Sistem kelistrikan wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendapatkan tambahan pasokan listrik sebesar 240 Megawatt (MW). Tambahan ini diperoleh dari kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plant / MVPP) milik Turki bernama Onur Sultan.

Kapal Onur Sultan telah bersandar di dermaga PLTGU Belawan, Medan, pada Minggu (21/5) pukul 10.30 WIB. Kapal dengan panjang 300 meter dan lebar 50 meter ini memiliki mesin PLTD buatan Wartsila berkapasitas 18,81 MW per unit dengan jumlah total 24 unit dan mesin PLTU dengan kapasitas 2x15 MW.

(Baca: Temukan Desa Tanpa Listrik Baru, PLN Bangun Pembangkit Bergerak)

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, salah satu kelebihan MVPP ini adalah memiliki kemampuan menggunakan dua bahan bakar (dual fuel). Jadi dapat menggunakan bahan bahar minyak (BBM) jenis Heavy Fuel Oil (HFO) atau bahan bakar gas (BBG).

Selain itu, kapal pembangkit listrik yang disewa PLN selama 5 tahun kedepan ini memiliki beberapa kelebihan lain. Beberapa di antaranya adalah tidak membutuhkan lahan untuk membangun, mobilitas relokasi cepat, fleksibilitas dalam penggunaan bahan bakar, konsumsi bahan bakan lebih hemat, tingkat produksi limbah relatif rendah, dan pengaruh kebisingan terhadap masyarakat relatif lebih rendah.

(Baca: PLN Siap Alirkan Listrik ke 562 Desa di Papua dan Maluku Tahun Ini)

Amir mengatakan, MVPP ini akan menambah keandalan sistem kelistrikan Sumbagut dengan kapasitas daya 240 MW. Kapasitas itu juga dapat ditingkatkan hingga 480 MW. "Hadirnya kapal pembangkit listrik ini merupakan solusi cepat untuk pemenuhan kebutuhan listrik sambil menunggu pembangkit permanen dibangun,” ujar dia berdasarkan keterangan resminya, Minggu (21/5). 

MVPP ini dijadwalkan untuk sinkron dengan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara pada Kamis (01/06). Setelah itu ditargetkan dapat beroperasi (Commercial Operation Date/COD) beroperasi pada minggu kedua Juni 2017.

(Baca: Pemerintah Sulit Hasilkan Listrik Tenaga Surya Berharga Murah)

Masuknya tambahan daya 240 MW dari MVPP menambah daya mampu sistem Sumbagut menjadi 2.287 MW, dengan perkiraan beban puncak tertinggi yang mencapai 2.075 MW. Hal ini membuat sistem Sumbagut memiliki cadangan daya sekitar 212 MW.

Video Pilihan

Artikel Terkait