Kontrak Blok Rokan Akan Habis, Chevron Evaluasi Teknologi EOR

Kelanjutan penggunaan EOR ini masih menunggu evaluasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2017 tentang mekanisme penggantian biaya investasi di sektor hulu migas.
Anggita Rezki Amelia
16 Mei 2017, 20:48
Migas
Dok. Chevron

Chevron Indonesia masih belum memutuskan kelanjutan penggunaan teknologi pengurasan sumur minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR) di Blok Rokan. Penyebabnya kontrak blok yang ada di  Provinsi Riau itu akan berakhir pada 2021 nanti.

Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs Chevron Indonesia Yanto Sianipar mengatakan, kelanjutan penggunaan EOR ini masih menunggu evaluasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 tahun 2017. Hal ini terkait penggantian investasi yang sudah dikeluarkan untuk teknologi EOR. 

(Baca: Jonan Buat Aturan Jaga Investasi Blok Migas yang Akan Habis Kontrak)

Chevron masih perlu mempelajari dampak dari aturan penggantian investasi  itu terhadap kontraknya di Blok Rokan. “Kami belum bisa mengatakan itu appliable fully atau tidak,” kata dia di Jakarta, Senin (16/5).

Dalam aturan itu, kontraktor yang masa operasionalnya akan berakhir sebenarnya wajib melakukan investasi pada wilayah kerjanya. Ini dalam rangka menjaga tingkat produksi sampai berakhirnya masa kontrak kerja sama.

Jika kontrak tersebut diperpanjang dan masih terdapat biaya investasi yang belum dikembalikan, akan diganti menggunakan mekanisme  pengembalian biaya operasi. Namun jika tidak diperpanjang, pengembalian dilakukan oleh kontraktor baru. (Baca: Investasi Menurun, Cadangan Migas Susut)

Nilai pengembalian itu meliputi sisa biaya investasi yang belum dikembalikan. Selain itu juga wajib mendapatkan verifikasi dan persetujuan dari SKK Migas.

Namun Menteri ESDM juga memiliki diskresi dalam menetapkan nilai pengembalian biaya investasi sesuai dengan pasal 12. Salah satu yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan adalah keekonomian kegiatan usah hulu. (Baca: Tanggung Investasi Kontraktor Lama, Pertamina Kaji Ulang 8 Blok Migas)

Menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan mengacu pasal tersebut ada beberapa kriteria yang dipakai Menteri untuk menentukan besaran biaya investasi yang harus dikembalikan. “Salah satunya Enhanced Oil Recovery,” ujar dia, Senin (17/4).

Video Pilihan

Artikel Terkait