Minyak Impor dari Iran Hanya 10 Persen Bisa Diolah di Kilang Cilacap

"Bisa dipakai bila dicampur dengan crude lain, dengan proporsi minyak Iran sebesar 10 persen," kata Direktur Pengolahan Pertamina Toharso.
Anggita Rezki Amelia
9 Mei 2017, 16:24
minyak
Katadata

PT Pertamina (Persero) belum dapat memutuskan akan membeli minyak mentah asal Iran. Meski sudah mengantongi hasil uji coba pengolahan minyak tersebut di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, Pertamina masih melakukan evaluasi lain.

Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengatakan minyak Iran jenis Iranian Light Crude ini bisa menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jika dicampur dengan jenis minyak lain. Namun, butuh campuran minyak mentah lain dengan porsi lebih banyak.

"Bisa dipakai bila dicampur dengan crude lain, dengan proporsi minyak Iran sebesar 10 persen," kata dia kepada Katadata, Selasa (9/5). (Baca: Uji Coba Minyak Iran di Kilang Cilacap Terhambat Proses Negosiasi)

Jadi, manajemen Pertamina belum memutuskan kontrak pembelian atau impor minyak asal Iran itu. Menurut Toharso, keputusan tersebut berada di bawah kewenangan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.

Sementara itu, Vice President Crude Product Trading and Commercial ISC Pertamina Hasto Wibowo menjelaskan, beberapa aspek penilaian dalam  evaluasi uji coba minyak Iran di Kilang Cilacap. Evaluasinya terdiri dari aspek teknis, komersial, kontrak jangka panjang strategis, serta nilai tambah bagi Pertamina dan aspek lainnya.

Evaluasi yang sudah rampung baru dari sisi aspek teknis. "Masih dalam evaluasi di multiaspek, aspek teknis seperti yang Pak Toharso sampaikan (perlu campuran banyak minyak lain), beliau benar," ujar dia kepada Katadata, Selasa (9/5). (Baca: Impor Minyak Mentah dari Iran Tunggu Hasil Uji Coba)

Hasil uji coba minyak Iran ini jauh dari perkiraan sebelumnya Vice President (VP) Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba. Ia memperkirakan hasil uji coba minyak Iran bisa diolah 50 persen di Kilang Cilacap, sehingga sisanya harus dicampur dengan minyak asal Arab. Namun, hasil uji coba menunjukkan minyak Iran hanya mampu diolah 10 persen di Kilang Cilacap.

Sebagai gambaran, uji coba minyak Iran sudah dimulai sejak Februari lalu.  Kargo minyak Iran tiba di kilang Cilacap tepatnya pada 19 Februari 2017. Adapun volume uji coba minyak Iran itu sebesar 1 juta barel.

Pengiriman satu kargo minyak tersebut untuk uji coba di beberapa kilang minyak Pertamina. Nilai kontrak uji coba minyak itu berkisar US$ 50 juta, dengan asumsi harga minyak sebesar US$ 50 per barel. (Baca: Harga Minyak Indonesia April Naik Gara-Gara Trump Serang Suriah)

Pembelian minyak dari Iran tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama Pertamina dan Iran dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Iran beberapa waktu lalu. Selain kerja sama ini, Pertamina berpeluang mengelola ladang minyak Ab-Teymour dan Mansou di Iran.

Video Pilihan

Artikel Terkait