Investasi Pertamina Hulu Energi Meningkat Jadi US$ 508 Juta

Pengeboran eksplorasi untuk tahun 2017 anjlok 53 persen hanya delapan sumur.
Anggita Rezki Amelia
15 Maret 2017, 19:31
Migas
ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo
Lapangan minyak Mudi di Desa Mudi Rahayu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dikelola oleh Pertamina bersama Petrochina.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menambah investasi tahun ini menjadi US$ 507,7 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun. Jumlahnya melonjak dibandingkan dana investasi tahun lalu yang hanya US$ 324,7 juta.

Menurut Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi, salah satu alasan penambahan dana tersebut karena ada beberapa kegiatan yang tahun lalu belum selesai dikerjakan tahun ini. “Penundaan kegiatan seperti survei seismik dan pengeboran sumur,” kata dia di Jakarta, Rabu (15/3).  (Baca: Pertamina Hulu Energi Cari Cadangan Migas Baru)

Tahun ini, PHE berencana melakukan survei seismik 2D sepanjang 5 ribu kilometer (km), yang tahun sebelumnya hanya 3.245 dan belum ada yang terealisasi. Sedangkan survei seismik 3D tahun ini 1.405 kilometer persegi (km2), tahun lalu dari target 513 km2 hanya 146 km2.

Adapun pengeboran eksplorasi untuk tahun 2017 hanya delapan sumur. Pengeboran itu dilakukan di masing-masing Blok yakni ONWJ, WMO, Simenggaris, Nunukan, Siak, Kampar, Abar dan Jabung. Angka ini anjlok dari realisasi dan target tahun sebelumnya mencapai 17 sumur.

Gunung mengatakan, penurunan pengeboran eksplorasi karena ada beberapa blok yang akan habis masa kontraknya seperti Blok NSO, NSB, JOB Ogan Komering, dan JOB Tuban. 'Karena akan terjadi unrecover cost saat kontrak berakhir,'' kata dia.

Alhasil, blok yang akan berakhir kontraknya hanya melakukan pengeboran sumur pengembangan dan workover atau pengeboran ulang sumur jelang kontrakya habis.  Untuk pengeboran ulang sumur meningkat menjadi 57, sebelumnya hanya menargetkan 53 dan terealisasi 37. Namun, pengeboran pengembangan turun menjadi 16 sumur, sebelumnya 38 sumur dan baru terlaksana enam sumur.

Meski beberapa kegiatan pengeboran menurun, Gunung mengatakan PHE tidak akan menurunkan target produksi. Produksi minyak tahun ini ditargetkan 64 MBOPD, sama seperti target tahun lalu, tapi lebih tinggi dari realisasi 63 MBOPD. Sedangkan produksi gas meningkat menjadi 769 MMSCFD dari target tahun sebelumnya 652 MMSCFD dan realisasi 722 MMSCFD.

Dengan pengeboran pengembangan dan pengeboran ulang sumur diharapkan juga menambah cadangan terbukti  menjadi  96,51 juta barel setara minyak (mmboe) di tahun ini. Sementara tahun sebelumnya dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan  hanya 8,71 MMBOE dan terealisasi 42,87 mmboe. (Baca: Produksi Migas 2016 Pertamina Hulu Energi Lampaui Target)

Adapun tahun lalu, PHE berhasil mencetak laba bersih setelah audit sebesar US$ 191,0 juta. Angka ini lebih tinggi dari target perusahaan sebesar US$ 102,6 juta. Namun lebih rendah dari tahun 2015 yang bisa mencapai US$2014,1 juta.

Sementara itu PHE juga berhasil membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) tahun 2016 sebesar US$ 875,8 juta, meningkat dibandingkan target perusahaan yang hanya sebesar US$ 709,3 juta. Capaian ini lebih rendah dari 2015 sebesar US$935,5 juta.

Sementara itu EBITDA margin PHE tahun lalu sebesar 57,1 persen. Angka ini meningkat dari rencana perusahaan yang hanya sebesar US$ 39,6 juta dan capaian 2015 sebesar 53,5 persen.

Gunung mengatakan capaian kinerja keuangan itu berhasil dicapai perusahaannya akibat adanya efisiensi yang dilakukan perusahaan. Tahun lalu, PHE berhasil melakukan efisiensi sebesar US$ 24,4 juta, sehingga investasi tahun lalu turun menjadi US$ 300,3 juta.

Efisiensi ini terjadi karena pengurangan biaya seperti renegosiasi kontrak, proses tender yang lebih murah, serta efisiensi material yang dipakai. Contohnya biaya produksi per barel minyak yang diproduksi PHE tahun lalu turun menjadi US$ 14,8 per barel, padahal targetnya sebesar US$ 29,4 er barel.  Begitu juga dengan biaya produksi gas PHE tahun lalu turun menjadi US$ 0,9 per mscf, turun dibandingkan target perusahaan yang mencapai US$ 1,2 per mscf.

(Baca: Pemerintah Buka Peluang Pertamina Amendemen Kontrak Blok ONWJ)

Sebagai informasi,  saat ini wilayah kerja yang dikelola PHE Mencapai 53 blok migas, terdiri dari 41 anak perusahaan di dalam negeri dan 6 perusahaan di luar negeri. Adapun untuk perusahaan luar negeri, produksinya dikelola oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Saat ini jumlah pekerja PHE mencapai 501 orang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait