Pertamina Tunggu Restu Pemerintah Beli Gas Blok Masela

"Sejauh ini kami terbuka dan positif saja terhadap rencana skema komersial yang harus dipertimbangkan sembari menunggu keputusan alokasi dari Kementerian ESDM," kata Wianda.
Anggita Rezki Amelia
9 Maret 2017, 13:33
Wianda Pertamina
Arief Kamaludin | Katadata

PT Pertamina (Persero) berencana membeli gas  dari Blok Masela. Namun, rencana tersebut masih harus menunggu terlebih dahulu keputusan alokasi gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro membenarkan keinginan Pertamina membeli gas dari Blok Masela. Namun, dia belum mau membicarakan volume gas yang akan dibeli tersebut.

(Baca: Kemenperin Pangkas Alokasi Gas Masela untuk Industri Dalam Negeri)

Alasannya, menurut Wianda, alokasi gas yang akan dibeli tergantung dari pemerintah. "Sejauh ini kami terbuka dan positif saja terhadap rencana term komersial yang harus dipertimbangkan sembari menunggu keputusan alokasi dari Kementerian ESDM," kata dia kepada Katadata, Kamis (9/3).

Sementara itu, Direktur Industri Kimia Dasar, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam menyatakan, Pertamina akan membeli sekitar 200 mmscfd gas dari Blok Masela. Hal ini merupakan inisiatif Pertamina.

Gas tersebut akan digunakan untuk membangun industri petrokimia di kawasan Masela, Maluku. "Itu usulan Pertamina," kata dia, Selasa (7/3).

Namun, Wianda membantah adanya rencana pembangunan industri petrokimia di kawasan Proyek Masela tersebut oleh Pertamina. "Belum sampai ke sana, kami tunggu keputusan alokasi dari Kementerian ESDM," katanya. (Baca: Pertamina Siap Beli Gas Masela Asal Harga Cocok)

Selain Pertamina, ada perusahaan lain yang berminat membeli gas dari Blok Masela. Mereka adalah PT Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima, Kalimantan Metanol Indonesia (KMI)/Sojitz, dan PT Chandra Asri .

Ketiga perusahaan ini akan membentuk konsorsium untuk meringankan beban investasi. Rencananya, konsorsium ini akan menyerap gas Masela sebanyak 150 mmscfd.

Dengan begitu, saat ini ada 350 mmscfd gas yang akan diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jumlahnya menyusut sekitar 26,2 persen dari rencana awal yang ditargetkan bisa menyerap 474 mmscfd. (Baca: Menperin Minta Alokasi Gas Blok Masela untuk 3 Perusahaan)

Dari 474 mmscfd itu rinciannya  PT Pupuk Indonesia dengan alokasi 214 mmscfd, Elsoro Multi Prima sebanyak 160 mmscfd. Sisanya Kalimantan Metanol Indonesia (KMI)/Sojitz sebesar 100 mmscfd.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait