Impor Minyak Mentah dari Iran Tunggu Hasil Uji Coba

Uji coba itu dilakukan untuk menilai apakah minyak mentah asal Iran itu cocok untuk kilang Pertamina di dalam negeri.
Anggita Rezki Amelia
3 Maret 2017, 19:42
minyak
Katadata

Kerja sama jual-beli minyak mentah dari Iran sampai saat ini belum bisa terealisasi. Kendalanya adalah masih menunggu hasil uji coba kecocokan minyak tersebut untuk diolah di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, PT Pertamina masih menguji coba minyak asal Iran yang saat ini telah sampai ke Indonesia. Uji coba itu dilakukan untuk menilai apakah minyak mentah tersebut cocok untuk kilang Pertamina di dalam negeri.

"Satu juta kan sudah sampai, kita tes dulu di Kilang Cilacap," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/3). (Baca: Uji Coba Minyak Iran di Kilang Cilacap Terhambat Proses Negosiasi)

Pembelian minyak mentah dari Iran tersebut merupakan salah satu rencana kerja sama Pertamina dengan Iran. Ini merupakan buah hasil kunjungan Presiden Joko Widodo saat melawat ke Iran pada akhir tahun lalu.

Pada tahap ini, Iran telah mengirimkan satu kargo minyak jenis Iranian Light Crude dengan volume sebesar satu juta barel. Nilai kontrak uji coba minyak itu berkisar US$ 50 juta, dengan asumsi harga minyak sebesar US$ 50 per barel. Adapun, minyak tersebut sudah masuk tahap pemuatan (loading) ke kapal pada 4 Februari lalu.

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina  Daniel Purba mengatakan satu kargo minyak dari Iran itu sudah sampai ke Indonesia pada akhir Februari lalu. "Tanggal 20 Februari yang lalu," kata dia kepada Katadata beberapa hari yang lalu. (Baca: Pekan Depan, Pertamina Uji Coba Minyak Asal Iran di Kilang Cilacap)

Setelah  minyak asal Iran itu diuji coba, maka Pertamina akan mengevaluasi hasil olahan minyak asal Iran itu di Kilang Cilacap. Evaluasi meliputi kajian aspek teknis, dampak pengolahan minyak terhadap kilang, serta kualitas produk yang dihasilkan.

Selain kerja sama pembelian minyak mentah, Pertamina berencana membidik peluang  penambahan volume impor elpiji sekitar satu juta metrik ton (mt) pada tahun depan. Pertamina saat ini telah berkontrak membeli elpiji dari Iran sebanyak 14 kargo dengan volume 600 ribu mt. Dua kargo sudah dikirimkan Iran pada 2016 lalu, dan tahun ini sebanyak 12 kargo.

(Baca: Pertamina Tambah Impor Elpiji dari Iran Jadi 1 Juta Metrik Ton)

Kerja sama lainnya adalah pengelolaan blok migas di Iran. Pertamina tengah menanti hasil evaluasi proposal dari Iran terkait minat Pertamina mengelola dua lapangan migas milik National Iranian Oil Company (NIOC), Ab-teymour dan Mansouri.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait