Pertamina Tawarkan Kilang Bontang ke Arab Saudi

Raja Salman dari Arab Saudi akan datang ke Indonesia bersama 25 pangeran, 10 menteri, serta 1.500 anggota delegasi lain.
Anggita Rezki Amelia
23 Februari 2017, 16:11
minyak
Katadata

PT Pertamina (Persero) akan menawarkan proyek kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur kepada investor Arab Saudi. Tawaran ini akan disampaikan saat kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia, pertengahan pekan depan.

Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman mengatakan, dalam pertemuan bilateral itu, pihaknya akan berbicara peluang investasi seperti pembangunan kilang dan infrastruktur migas. "Kalau investasi kilang ya di Bontang itu," kata dia di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (23/2).

(Baca: Pertamina Tawari 37 Perusahaan Global Garap Kilang Bontang)

Saat ini Pertamina dan Arab Saudi memang sudah menjalin beberapa kerja sama pembangunan kilang minyak. Salah satunya di Cilacap, Jawa Tengah. Proyek peningkatan kapasitas dan kompleksitas (Refinery Development Master Plan/RDMP) kilang tersebut bernilai US$ 6 miliar.

Selain Kilang Cilacap, sebenarnya Pertamina dengan Aramco, salah satu investor asal Arab Saudi, juga bermitra menggarap Kilang Balongan dan Dumai di Jawa Barat. Namun, menurut Arif, perusahaannya telah memutuskan mengerjakan dua proyek kilang itu secara mandiri. ”Kami kerjakan sendiri," kata dia.

Pertamina telah memulai pembangunan fasilitas penunjang Kilang Balongan di Jawa Barat. Investasi senilai Rp 1,79 triliun ini bertujuan mendukung efisiensi proses produksi dan distribusi kilang tersebut. Pertamina menargetkan kilang itu bisa beroperasi pada 2020. (Baca: Hebohnya Bandara Jakarta dan Bali Sambut 8 Pesawat Raja Arab)

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan, Raja Salman dari Arab Saudi akan datang dengan rombongan besar. Total akan ada 25 pangeran, 10 menteri, serta 1.500 anggota delegasi lain. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut Jokowi akan menganugerahi Raja Salman dengan bintang kehormatan tertinggi Indonesia.

Hal itu, menurut Pramono, merupakan balasan atas penghormatan yang diberikan oleh Raja Salman saat Jokowi berkunjung ke negaranya beberapa waktu lalu. "Karena ketika kunjungan ke sana, Presiden juga mendapatkan kehormatan tinggi dari kerajaan," ujar dia, Rabu (22/2). (Baca: Raja Arab Datang, Saudi Aramco Teken Kontrak Perluasan Kilang Cilacap)

Selain investasi, Pramono juga menjelaskan akan ada beberapa kesepakatan lain yang dilakukan kedua negara. Di antaranya terkait promosi seni dan budaya, peningkatan frekuensi penerbangan kedua negara, penanggulangan kejahatan lintas batas, pertukaran ahli termasuk kesehatan haji dan umrah, serta promosi Islam moderat melalui dakwah dan pertukaran ulama. "Jadi ada lima kesepakatan," katanya. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait