Kementerian ESDM Buka Lowongan Posisi Dirjen Ketenagalistrikan

Lelang ini terbuka untuk pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS.
Anggita Rezki Amelia
2 Februari 2017, 14:08
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan. Lelang jabatan ini dilakukan karena Jarman akan memasuki masa pensiun sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan saat ini. 

Staf Khusus Menteri ESDM Hadi M. Djuraid  pernah mengatakan, Jarman akan memasuki masa pensiunnya pada tahun ini. Ia sebelumnya dilantik menjabat Dirjen Ketenagalistrikan pada 7 Mei 2015 oleh Menteri ESDM saat itu Sudirman Said.  "Tahun ini Pak Jarman juga pensiun," kata dia kepada Katadata beberapa waktu lalu.

(Baca: Empat Bulan Menjabat, Jonan 3 Kali Geser Pejabat ESDM)

Pendaftaran seleksi terbuka tersebut melalui situs Kementerian ESDM sejak 27 Januari lalu hingga Jumat pekan depan, 10 Februari 2017. Formulir persetujuan yang telah ditandatangani oleh pimpinan unit utama serta daftar riwayat hidup disampaikan kepada panitia seleksi terbuka di kantor Kementerian ESDM.

Lelang ini terbuka untuk pegawai negeri sipil (PNS) atau non-PNS. Berdasarkan surat pengumuman Nomor 0004 Pm/72/SJN.P/2017, ada beberapa persyaratan umum yang wajib dipenuhi calon yang hendak mengikuti seleksi terbuka itu.

Peserta yang berasal dari non-PNS dapat mengikuti seleksi dengan catatan  sekurang-kurangnya telah atau masih menduduki jabatan setingkat Direktur yang terkait dengan jabatan yang akan diisi. Sedangkan dari PNS sekurang-kurangnya berpangkat Pembina Utama Madya (IV/d).

Persyaratan lain untuk PNS adalah minimal pernah atau masih menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) minimal dua tahun  di bidang ketenagalistrikan atau energi baru dan terbarukan, dan pejabat fungsional yang kompetensinya terkait dengan jabatan yang akan diisi sekurang-kurangnya jenjang utama. Selain itu, menduduki pangkat sekurang-kurangnya pembina muda (IV/d).

Bagi calon peserta yang berasal dari PNS diutamakan telah mengikuti dan lulus diklat kepemimpinan tingkat III dan atau tingkat II (Diklat PIM tingkat III dan atau tingkat II). Semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir. (Baca:Perombakan Ketiga, Jonan Ganti Sekjen Dewan Energi Nasional)

Usia maksimal calon pelamar pada waktu pendaftaran yakni 57 tahun. Kemudian memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan. Syarat lainnya adalah tidak pernah atau sedang menjalani hukuman disiplin yang terkait dengan kejahatan jabatan.

Calon pelamar juga harus sehat jasmani dan rohani. Terakhir, telah menyerahkan Sura pemberitahuan tahunan (SPT) atau laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN). 

Selain itu, ada juga persyaratan kompetensi yang ditentukan Kementerian ESDM. Pertama, calon peserta minimal sarjana (S1) pada bidang teknik elektro atau teknik di bidang kelistrikan atau teknik industri, dan magister (S2) pada bidang studi yang sesuai dan menunjang tugas dan tanggung jawab yang akan diemban.

(Baca: Aturan Terbit, PLN Bisa Impor Gas Bumi untuk Pembangkit)

Kedua, calon peserta dituntut mampu menerjemahkan program Kementerian ESDM, khususnya tentang kedaulatan energi dalam bentuk strategi dan rumusan kebijakan. Ketiga,  harus visioner, yakni mampu melakukan terobosan mengatasi sumbatan birokrasi dalam pengelolaan tugas dan tanggung jawab.  Keempat, menguasai bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait