ENI Sukses Mengebor Sumur Merakes-2 di Kalimantan Timur

Dengan pengeboran sumur Merakes-2, Eni menaksir potensi cadangan gas di Lapangan Merakes mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF)
Anggita Rezki Amelia
1 Februari 2017, 19:16
Rig
Katadata

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia, Eni berhasil mengebor dan menguji coba sumur Merakes-2, Lapangan Merakes Blok East Sepinggan di Kalimantan Timur. Ini merupakan sumur pertama yang akan dijadikan bahan sertifikasi cadangan migas. 

Eni mengebor Sumur Merakes-2  dengan kedalaman 2.732 meter. Sebelumnya Eni juga sudah mengebor sumur eksplorasi Merakes-1 yang ditemukan pada 2014. Pengeboran sumur eksplorasi ini untuk mengambil sampel sebagai dasar pengeboran Merakes-2. (Baca: Maret 2017, Dua Lapangan Migas Ditargetkan Mulai Berproduksi)

Dengan pengeboran sumur Merakes-2, Eni menaksir potensi cadangan gas di Lapangan Merakes mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF). Namun, potensi ini masih perlu dilakukan studi dan evaluasi lebih lanjut untuk bisa mengkomersialisasi dan mengembangkan lapangan migas tersebut.

Rencananya produksi gas dari lapangan Merakes akan terintegrasi dengan fasilitas produksi yang ada di Lapangan Jangkrik. Alasannya adalah kedekatan jarak antara kedua lapangan tersebut, yakni sekitar 35 kilometer. (Baca: Maret 2017, Dua Lapangan Migas Ditargetkan Mulai Berproduksi)

Integrasi tersebut bisa menekan waktu dan biaya produksi. "Kedekatan Merakes dan Jangkrik akan memungkinkan untuk memaksimalkan sinergi dengan infrastruktur terdekat yang ada," seperti dikutip berdasarkan keterangan resmi Eni, Rabu (1/2).

Sekadar informasi, Eni merupakan operator Blok Sepinggan di Kalimantan Timur dengan memegang hak kelola sebesar 85 persen, sisanya dimiliki oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan saat ini memiliki portofolio aset yang besar di eksplorasi, produksi dan pengembangan migas.

Selain mengoperasikan blok Sepinggan, Eni juga mengoperasikan Blok Muara Bakau di Kalimantan Timur. Saat ini fasilitas produksi proyek Jangkrik yang ada di Blok tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. SKK migas menargetkan proyek tersebut bisa beroperasi pada Juli 2017. (Baca: Proyek Jangkrik Sudah 91,6 Persen, Siap Berproduksi Tahun Ini)

Eni Muara Bakau BV menjadi operator dari Blok Muara Bakau dengan hak kelola sebesar 55 persen.  Mitra lainnya adalah GDF Suez Exploration Indonesia yang memegang hak kelola 33,33 persen dan Saka Energi Muara Bakau sebesar 11,67 persen.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait