Cegah Produksi Turun, SKK Migas Siapkan Transisi 8 Blok Migas

SKK Migas, Pertamina, dan kontraktor yang ada di blok tersebut juga segera menandatangani perjanjian mengenai masa transisi.
Anggita Rezki Amelia
31 Januari 2017, 20:19
Migas
Dok. Chevron

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ingin mempercepat proses transisi delapan blok migas yang akan berakhir kontraknya kepada PT Pertamina (Persero). Upaya itu dilakukan untuk menjaga produksi sehingga tidak turun.

Kepala Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan Pertamina dapat berinvestasi untuk mengebor blok-blok terminasi. Tujuannya agar produksi blok itu tetap stabil setelah masa peralihan berakhir. 

SKK Migas, Pertamina, dan kontraktor yang ada di blok tersebut juga segera menandatangani perjanjian mengenai masa transisi. Perjanjian ini berguna sebagai landasan hukum bagi Pertamina. "Klausul-klausulnya lagi dibahas intensif di SKK Migas," kata Taslim di Jakarta, Selasa (31/1). (Baca: Minim Eksplorasi, Indonesia Terancam Kekurangan Migas)

Adanya perjanjian itu juga akan memudahkan Pertamina memakai aset blok migas yang sudah ada. Jadi, dapat mempercepat keluarnya perizinan penggunaan aset. 

Selama masa transisi, SKK Migas akan tetap memonitor adanya biaya-biaya yang belum terbayarkan pada kontraktor di delapan blok migas terminasi itu. Hal ini dilakukan agar tidak timbul masalah pasca kontrak berubah. 

Di sisi lain, menurut Taslim, Pertamina masih menghitung jumlah investasi untuk mengebor selama masa transisi. Apalagi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi ini akan menerapkan skema kontrak kerja sama gross split untuk blok. 

Kegiatan pengeboran sumur pada masa peralihan nantinya dilakukan oleh kontraktor yang sudah ada dengan biaya dari Pertamina. "Makanya sekarang lagi dihitung berapa kan bakal pakai gross split, supaya Pertamina lebih cepat masuk ke dalam," ujar Taslim.

(Baca: Pertamina Siapkan Investasi Hulu Migas Rp 719 Triliun Hingga 2025)

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja percaya Pertamina dapat menjaga produksi blok-blok terminasi agar tidak turun. "Kan BUMN bagus," kata dia. (Baca: 8 Blok Migas yang Akan Habis Kontrak Diserahkan ke Pertamina)

Sekadar informasi, delapan blok terminasi itu adalah Blok Sanga-sanga, East Kalimantan, Attaka,South East Sumatera, Tengah, NSO,Tuban, dan Ogan Komering. Pertamina mendapatkan mandat penugasan delapan blok tersebut oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan beberapa pekan lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait