Pengembangan Blok Kasuri Tersandera Proposal yang Tak Lengkap

Meski belum lengkap, SKK Migas tidak mengembalikan proposal PoD tersebut sebab masih menunggu Genting untuk melengkapinya.
Anggita Rezki Amelia
23 Januari 2017, 19:00
Sumur Minyak
Chevron

Proposal rencana pengembangan (Plan of Development /PoD) Blok Kasuri sampai saat ini belum mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, Genting Oil selaku operator blok di Papua ini telah memasukan dokumen PoD kepada SKK Migas sejak Agustus tahun lalu.

Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Gunawan Sutadiwiria mengakui sampai saat ini pihaknya belum menyetujui proposal Blok Kasuri. Salah satu kendala dalam pembahasan itu adalah proposal yang disampaikan Genting Oil tidak lengkap. (Baca: Rencana Pengembangan Blok Kasuri Terkendala Harga Gas)

Meski belum lengkap, SKK Migas tidak mengembalikan proposal PoD tersebut sebab masih menunggu Genting untuk melengkapinya. “Kalau lengkap kami segera proses," kata Gunawan kepada Katadata, Senin (23/1).

SKK Migas sebenarnya wajib menyampaikan rekomendasi disertai pertimbangan rencana pengembangan lapangan yang pertama (POD I) kepada Menteri ESDM dalam waktu paling lambat 40 hari kalender sejak diterimanya usulan dari kontraktor secara lengkap. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2010.

Grafik: Jumlah Wilayah Kerja 2013-Juli 2016

Sementara itu, Kepala Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus pernah mengatakan, kendala lain dalam pengembangan Blok Kasuri adalah belum ada yang pembeli gas hasil produksinya. Padahal, penandatanganan PoD Blok Kasuri secara perdana direncanakan dilakukan Menteri ESDM pada Januari ini. Dengan begitu, produksinya dapat dimulai pada 2019.

(Baca: Belum Dapat Pembeli, Pengembangan Blok Kasuri di Papua Terhambat)

Blok Kasuri akan memproduksi gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Perusahaan migas asal Malaysia itu telah mengeluarkan investasi US$ 900 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengebor 10 sumur eksplorasi pada tiga lapangan di Blok Kasuri, yakni Lapangan Merah, Lapangan Asap, dan Lapangan Kido.

Blok Kasuri merupakan salah satu dari 26 blok yang ditawarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kepada investor pada 2006. Pada Februari 2011, Genting selaku operator Blok Kasuri menemukan cadangan gas sebesar 2,2 triliun kaki kubik (TCF) hanya dari satu sumur yang bernama Kido. (Baca: SKK Migas Sebut BP Tertarik Beli Hak Kelola di Blok Kasuri)

Pengeboran pertama mulai dilakukan pada 2013. Selain itu Genting juga menemukan cadangan gas baru dari 10 sumur eksplorasi tambahan. Selama ini, Genting Oil sudah mengeluarkan investasi mencapai US$ 400 juta untuk eksplorasi.

Video Pilihan

Artikel Terkait