Kementerian Energi Tugaskan Pertamina Kelola Blok Attaka

Penugasan kepada Pertamina ini sambil menunggu berakhirnya kontrak Blok East Kalimantan.
Anggita Rezki Amelia
4 Januari 2017, 12:00
Rig Minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menugaskan PT Pertamina (Persero) mengelola Blok Attaka pasca kontraknya berakhir tahun ini. Pemegang hak kelola blok minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur ini sebelumnya adalah Chevron Indonesia dan Inpex Corporation.

Direktur Pembinaan Hulu Kementerian Energi Tunggal mengatakan, pemerintah menugaskan Pertamina karena Blok Attaka akan terintegrasi dengan Blok East Kalimantan yang juga akan dikelola oleh perusahaan pelat merah tersebut. Namun, masa kontrak kedua blok tersebut tidak sama. (Baca: Pertamina Akan Gabungkan Kontrak Blok Attaka dan East Kalimantan)

Kontrak Blok Attaka selesai tahun ini, sedangkan Blok East Kalimantan habis 24 Oktober 2018. “Sementara penugasan ke Pertamina karena mau dilakukan unitisasi," kata Tunggal di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/1).

Penugasan kepada Pertamina ini sambil menunggu berakhirnya kontrak Blok East Kalimantan. Setelah kontrak blok tersebut selesai, Menteri ESDM akan memutuskan nasib pengelolaannya.

Selain Blok Attaka, berdasarkan data Kementerian Energi, ada delapan blok yang akan berakhir masa kontraknya hingga 2018. Blok-blok itu adalah Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES). Ada juga Blok B dan Blok NSO di Aceh yang dikelola oleh anak usaha Pertamina. Selain itu, Blok Tengah dan Blok East Kalimantan.

Advertisement

(Baca: Jonan Teken Keputusan 8 Kontrak Migas yang Akan Berakhir)

Keputusan pengelolaan blok yang akan habis masa kontraknya tersebut merupakan kewenangan Menteri ESDM. Namun, menurut Tunggal, jika mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015, Menteri ESDM wajib menawarkan lebih dahulu blok yang habis kontraknya kepada Pertamina meskipun ada beberapa kontraktor yang berminat.

Grafik: Jumlah Wilayah Kerja 2013-Juli 2016

Salah satu contohnya adalah Blok Sanga-sanga, yang diminati VICO Indonesia sebagai operator lama dan Pertamina. "Surat Direktur Jenderal Migas sudah dikirim ke Menteri. Itu diskresinya Menteri," kata Tunggal.

Dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 15 tahun 2015, pemerintah memiliki tiga opsi untuk memutuskan pengelolaan blok migas yang akan berakhir masa kontraknya. Pertama, perpanjangan kontrak oleh kontraktor lama. Kedua, pengelolaan oleh Pertamina. Ketiga, pengelolaan bersama antara kontraktor lama dan Pertamina.

Peraturan itu juga menyebutkan Menteri ESDM akan memutuskan paling lama satu tahun sebelum habis kontrak. Jeda waktu itu penting agar kontraktor baru memiliki persiapan. "Jadi ada waktu untuk transisi," ujar Tunggal. (Baca: Operator Baru Blok Migas Bisa Klaim Biaya Operasi Masa Transisi)

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar belum mau menjelaskan bunyi keputusan terkait delapan blok migas yang akan habis kontrak itu. Yang jelas, pemerintah memberikan waktu peralihan bagi kontraktor lama ke kontraktor baru dari delapan blok migas tersebut. "Untuk beberapa blok tidak banyak peralihan, kalau peralihan kita percepat sepeti Blok Mahakam."

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait