Investasi Blok Mahakam Turun 18 Persen di 2017

Salah satu faktor yang menyebabkan investasinya turun, karena kegiatan operasi Total di Blok Mahakam berkurang akibat harga minyak dunia.
Anggita Rezki Amelia
16 Desember 2016, 13:16
skk migas.jpg
www.skkmigas.go.id

Total E&P Indonesie mengurangi investasinya di Blok Mahakam sebesar 18 persen untuk tahun depan. Tahun ini anggaran dana yang dikeluarkan untuk pengelolaan blok migas tersebut mencapai US$ 1,1 miliar. Pada 2017, anggarannya dikurangi menjadi hanya US$ 900 juta.

Vice President Corporate Communication HR and Finance Total E&P Indonesia Arividya Noviyanto mengatakan jumlah investasi tahun depan bukan hanya berasal dari perusahaannya. "Termasuk yang untuk Pertamina Hulu Mahakam (PHM)," kata dia kepada Katadata, Selasa (13/12). (Baca: Pemerintah Restui Pertamina Percepat Investasi ke Blok Mahakam)

Menurut Media Relations Department Head Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi ada beberapa faktor yang menyebabkan investasi untuk tahun depan lebih rendah dari tahun ini. Salah satunya karena berkurangnya kegiatan operasi Total di Blok Mahakam karena situasi harga minyak dunia.

Menurunnya kegiatan ini terlihat dari pemakaian rig di Blok Mahakam. Tahun ini Total menggunakan dua unit rig. Sedangkan tahun depan jumlah rig yang dipakai pada kegiatan pengeboran di Blok Mahakam hanya tersisa satu unit saja.

Tahun depan, Total juga hanya mengebor enam sumur saja. "Kegiatan perawatan sumur juga menurun,"  kata dia kepada Katadata, Jumat (16/12). 

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan tahun depan perusahaannya akan menggelontorkan sekitar US$ 180 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun untuk investasi Blok Mahakam.  Dana tersebut untuk mengebor 19 sumur yang akan dilakukan oleh Total. (Baca: Pertamina Tambah Investasi 2017 Jadi Rp 80 Triliun)

Investasi ini juga untuk menjaga produksi agar tidak turun menjelang berakhirnya kontrak Total dan Inpex di Blok Mahakam. “Sejauh ini kami fokus pada eksekusi program kerja secepatnya di awal 2017, agar dapat mempertahankan produksi Blok Mahakam,” kata dia kepada Katadata (16/12).

Sementara itu, Total menargetkan tahun depan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) produksi gas Blok Mahakam bisa mencapai 1,43 miliar kaki kubik (bcf). Angka ini lebih rendah dari realisasi produksi tahun ini sebesar sebesar 1,64 bcf.

Sedangkan untuk produksi kondensat, tahun depan Total menargetkan sebesar 53.000 barel per hari (bph). Jumlah ini juga lebih rendah dari realisasi produksi  kondensat tahun ini sebesar 64.000 bph.  (Baca: Produksi Total di Blok Mahakam Melampaui Target)

Total beralasan penurunan target produksi tahun depan, lantaran kondisi sumur di Blok Mahakam yang tergolong tua. Agar laju penurunan di Blok Mahakam tidak turun drastis, Total mengaku akan melakukan usaha optimasi dan pengembangan fasilitas produksi di beberapa lapangan seperti di Peciko dan Tunu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait